Round-Up

Duduk Perkara Heboh Polisi Sempat Ditolak Periksa Napi Kasus Narkoba

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 07:37 WIB
Video anggota Polda Kalteng tak diberi akses masuk ke Lapas Kasongan viral di medsos (Screenshot video viral)
Foto: Video anggota Polda Kalteng tak diberi akses masuk ke Lapas Kasongan viral di medsos (Screenshot video viral)

Aparat Polda Kalteng sempat ditolak petugas Lapas Klas 2A Kasongan saat akan memeriksa napi. Kenapa Polda Kalteng perlu bon napi?

Sebelum terjadi insiden cekcok dengan petugas lapas (sipir), polisi awalnya menangkap dua orang pelaku pengedar sabu yang ada di Palangka Raya, Kalteng. Diduga napi di Lapas Kasongan mengatur peredaran sabu yang dilakukan dua orang tersebut.

Polda Kalteng dan pihak Lapas Kasongan gelar jumpa pers terkait kasus penangkapan 2 pelaku pengedar sabu hingga berujung cekcok dengan petugas Lapas Kasongan (dok Istimewa)Polda Kalteng dan pihak Lapas Kasongan gelar jumpa pers terkait kasus penangkapan 2 pelaku pengedar sabu hingga berujung cekcok dengan petugas Lapas Kasongan (dok Istimewa)

"Memang benar, hanya selisih setengah jam saja petugas kami berhasil menangkap dua pelaku berinisial MU (34) dan RA (39) yang merupakan pengedar sabu," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan, Senin (30/11).

Tersangka MU alias Mulyadi ditangkap di Jalan Badak XIII, Palangka Raya pada Jumat (27/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Dari tangannya diamankan 12 paket sabu dengan berat kotor 59,98 gram sabu, dua sendok sabu, dan barang bukti lainnya.

Polisi mengembangkan kasus dan mengamankan tersangka RA alias Ramli di Jalan Manjuhan, Kota Palangka Raya sekitar pukul 14.30 WIB. Polisi menyita barang bukti 37 paket sabu dengan berat kotor 175,78 gram, satu unit timbangan digital, satu kantong plastik hitam, beserta barang bukti lainnya.

Kedua pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dan maksimal 20 tahun penjara/seumur hidup dan denda Rp 10 miliar.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diduga ada keterlibatan napi di Lapas Kasongan dengan tersangka Mulyadi dan Ramli. Polisi lalu mendatangi Lapas Kasongan untuk meminjam napi yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba.

"Dari pengembangan penyelidikan dari 2 tersangka, ada garis merah bahwa peredaran dikendalikan jaringan Lapas Klas 2A Kasongan yaitu napi berinisial JH dan FJ. Mereka berkomunikasi lewat HP. Kita sita, ada bukti percakapan dan perintah transaksi antara dua tersangka dan napi di lapas," kata Hendra.

Dia mengatakan cekcok yang videonya viral di medsos itu tidak terjadi lama. Akhirnya polisi diberikan izin meminjam dua napi tersebut untuk diperiksa..

"Kemudian kami koordinasi dengan kalapas untuk bon warga binaan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan untuk meminjam JH dan FJ. Setelah mendapat izin, tim berangkat ke sana. Tetapi terjadi miskomunikasi sedikit yang dilakukan anggota lapas yang jaga yang memang masih muda, masih baru, sehingga koordinasi sempat lambat," kata Hendra.

Halaman

(jbr/idh)