Round-Up

Geger Azan Seruan Jihad Bikin Polisi Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 07:06 WIB
Polisi Selidiki Viral Azan dengan Lafaz Hayya Alal Jihad
Foto: Polsek Tanah Abang (Google street view)
Jakarta -

Video azan yang menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad' beredar viral di media sosial, membuat geger. Azan dengan seruan jihad itu terjadi di beberapa tempat.

Dalam tayangan sebuah video yang viral, ada yang terlihat azan sambil mengangkat senjata tajam. Dalam narasi di video tersebut tertulis seruan itu merupakan respons beberapa warga atas pemanggilan Habib Rizieq Shihab oleh polisi terkait kasus kerumunan di Petamburan.

Hal ini membuat polisi turun tangan menyelidikinya. Ulama hingga Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi meminta masyarakat tak terpecah belah.

"Kita akan cek terkait hal tersebut (dugaan seruan jihad di Petamburan)," kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan saat dihubungi detikcom, Senin (30/11/2020).

Menurut Singgih, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya seruan jihad di masjid-masjid Petamburan. Namun, dia mengatakan akan tetap melakukan pengecekan ke masyarakat langsung.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat terkait penjagaan keamanan di wilayah Petamburan. Menurutnya, sejauh ini kondisi di Petamburan masih kondusif usai polisi melayangkan surat panggilan ke Habib Rizieq kemarin.

"Kalau kondisi alhamdulillah kondusif. Kami dari Polsek selalu memberikan imbauan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) melalui Bhabinkamtibmas bersama Babinsa kepada warga masyarakat," terangnya.

Video yang beredar itu dibenarkan oleh Front Pembela Islam (FPI). Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan seruan untuk jihad itu tidak hanya di Petamburan, Jakarta Pusat, tapi juga di beberapa tempat lain.

"Iya benar. Macam-macam itu di mana-mana, ada di Petamburan, ada di Bogor," kata Aziz saat dihubungi wartawan, Senin (30/11/2020).

Menurut Aziz, hal itu wajar-wajar saja. Aziz menilai seruan itu sebagai bentuk respons para pengikut Habib Rizieq Syihab yang dinilai sebagai sebuah kezaliman.

"Saya rasa itu wajar, karena masyarakat melihat ketidakadilan melihat kezaliman luar biasa kepada ulama dan habaib karena tidak sepaham dengan pemerintah," kata Aziz Yanuar.

Aziz Yanuar kemudian menyinggung kesetaraan di mata hukum (equality before the law). Menurutnya, aparat berlaku tidak adil dengan memeriksa Habib Rizieq soal kerumunan di Petamburan, sementara kerumunan di lokasi lain tak diproses.

"Kan seharusnya tidak seperti itu, masyarakat kan diajarin pemerintah demokrasi Pancasila seperti apa menghargai pendapat, keadilan dan kesetaraan di depan hukum. Tapi pemerintah dan aparat keamanan diduga memperlihatkan hal sebaliknya," tuturnya.

"Ya wajar kalau rakyat marah, makanya saya memiliki pandangan perlakukan hukum dengan baik sesuai asas-asas keadilan," sambungnya.

Simak video 'Ini Alasan Habib rizieq Diperiksa Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



Beragam tanggapan terkait viral azan ajakan jihad. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3