MUI: Azan Tak Boleh Diubah Jadi Ajakan Jihad

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 06:28 WIB
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis.
Ketua MUI, Cholil Nafis (Foto: Sachril/detikcom)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara soal video viral azan dengan menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad'. MUI menegaskan redaksi azan tidak boleh diganti dengan ajakan berjihad.

"Redaksi azan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena itu inadah yang sifatnya tauqifi," kata Ketua MUI, Cholil Nafis dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Cholil mengatakan azan sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu salat. Meski demikian, ia menyebut ada syariat yang memang menganjurkan azan selain untuk pemberi tahu waktu salat.

"Azan itu sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu salat dan melakukan salat jemaah di Masjid. Meskipun syariat masih menganjurkan kepada selain shalat, seperti sunnah mengazani anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur," ujarnya.

Cholil kemudian menceritakan kisah Nabi Muhammad yang pernah melakukan penambahan lafaz pada azan. Namun, ia mengatakan penambahan itu karena ada sesuatu yang menghalangi masyarakat untuk datang ke masjid.

"Maka di zaman Rasulullah SAW pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi adzan manakala ada uzur yang menghalangi masyarakat datang ke Masjid, seperti hujan deras dan angin kencang. Adzan diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi azannya bahwa masyarakat diminta untuk salat di rumahnya," kata Cholil.

Berikut hadis riwayat Imam Buchori:


روى البخاري (666) ، ومسلم (697) عَنْ نَافِع ، قَالَ : " أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ ، ثُمَّ قَالَ : صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ ، فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ ، ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ : " أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ " فِي اللَّيْلَةِ البَارِدَةِ ، أَوِ المَطِيرَةِ ، فِي السَّفَرِ .

Dari Nafi' bahwa Ibnu Umar pernah mengumandangkan adzan shalat di malam yang sangat dingin dan berangin kencang, maka dalam adzannya ia mengucapkan; 'Alaa sholluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?) kemudian katanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga pernah memerintahkan mu'adzinnya setelah adzan jika malam sangat dingin dan terjadi hujan lebat untuk mengucapkan; 'Alaa shalluu fir rihaal (Ingatlah shalat-lah kalian di persinggahan?)

"Selain karena urusan salat itu, Nabi Muhammad SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perang pun tak ada redaksi azan yang diubah," tegas Cholil.

Selengkapnya ada di halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2