BNPT Tinjau Deradikalisasi Mantan Napi Teroris di Ponpes Al-Hidayah

Inkana Putri - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 23:28 WIB
Boy Rafli Amar
Foto: BNPT
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mendorong deradikalisasi para mantan narapidana. Salah satunya dengan meninjau langsung mitra deradikalisasi bidang pendidikan, yakni Pondok Pesantren Al-Hidayah.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Pondok Pesantren Al-Hidayah merupakan contoh program yang perlu terus dijalankan. Adapun hal ini sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo saat pelantikan Kepala BNPT pada Mei lalu.

"Ini pertama kali saya ke sini selama 6 bulan bertugas, selain merupakan bentuk amanat undang-undang, Presiden juga mengingatkan akan Ponpes Al-Hidayah sebagai bentuk program yang bagus. Kami senang melihat kemajuannya dan kelak lahir pemimpin bangsa Insyaallah dari Ponpes ini yang semangat maju pantang menyerah, tapi tidak lupa akan akhlakul karimah dan mampu menyelaraskannya dengan nilai-nilai nasionalisme," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Di sisi lain, Pimpinan Ponpes Al-Hidayah, Khaerul Ghazali mengatakan ponpes menjadi tempat para santri menempa dan melatih life skill di bidang pertanian dan peternakan.

Pelatihan tersebut merupakan upaya pembuktian kepada masyarakat dan negara atas stigma dan label yang melekat kepada mantan narapidana terorisme beserta keluarganya.

"Santri di sini diberikan life skill bertani dan beternak agar mandiri, berkat kerja sama dengan BNPT juga. Kami berupaya untuk menunjukkan karya, bisa terlepas dari stigma yang ada. Semoga kunjungan Kepala BNPT ini diberkahi dan kita semua selalu di bawah lindungan Allah SWT," katanya.

Sementara itu Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis meminta agar pihak ponpes memaklumi intensitas kunjungan pihaknya. Mengingat saat ini BNPT juga sedang memperhatikan mitra deradikalisasi lainnya.

"Kami melihat baik Yayasan Lingkar Perdamaian maupun Pondok Pesantren Al-Hidayah sudah cukup mandiri dan dukungan dari berbagai pihak sudah optimal, saat ini kita sedang memperhatikan mitra-mitra deradikalisasi lainnya yang masih membutuhkan bantuan, mohon dimaklumi," katanya.

Sebagai informasi, Ponpes Al-Hidayah didirikan pada tahun 2015. Sebelumnya, ponpes berupa rumah tahfizh dan pada tahun 2016 mendapat apresiasi dari BNPT dengan dibangunnya masjid dan ruang belajar serta fasilitas lainnya, dan mendapat izin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dan Kemenag Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hingga saat ini Ponpes Al-Hidayah sudah dikenal hingga di tingkat internasional dan mengundang sejumlah negara untuk mempelajari program deradikalisasi ke Indonesia.

Di tengah pandemi, para santri dipulangkan ke kediaman masing-masing dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Namun, untuk warga di sekitar Pondok Pesantren, kegiatan belajar secara tatap muka diadakan setiap hari Sabtu dari pukul 8.00 sampai dengan 10.00 WIB.

(mul/ega)