Debat Pilkada Depok

Imam Banggakan Kartu Depok Sejahtera, Pradi Singgung Program Pusat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 21:05 WIB
Debat Kedua Pilkada Depok, Pilwalkot Depok, Pemilihan Wali Kota Depok
Debat Kedua Pilkada Depok (YouTube KPU Kota Depok)
Jakarta -

Dalam debat kedua Pilkada Kota Depok, calon wakil wali Kota Depok nomor urut 2 Imam Budi Hartono kerap menunjukkan program Kartu Depok Sejahtera. Kartu itu kemudian disinggung oleh calon wali kota Depok nomor urut 1 Pradi Supriatna.

Hal itu terjadi dalam sesi saling menanggapi pada pertanyaan bertema gini ratio Kota Depok. Pradi-Afifah menanggapi gini ratio Kota Depok masih cukup tinggi. Untuk itulah mereka akan menyeimbangkan dengan beberapa programnya.

"Betul sekali pertumbuhan di Kota Depok adalah di angka 6,7 persen memang cukup relevan, namun memang keseimbangan antara kaya dan tidak mampu masih cukup tinggi, maka upaya kami lakukan supaya ada keseimbangan di dalamnya, dengan program yang sudah kami rancang," kata Pradi.

Imam kemudian membantah hal itu. Dia menyebut gini ratio Kota Depok termasuk sedang, bahkan masih lebih baik dibanding Indonesia dan DKI Jakarta.

"Sayang sekali dalam masalah gini ratio tidak menggunakan data, Depok gini ratio 3,78 sementara di bawah dari gini ratio Indonesia. Kota Depok tidak seperti yang Bapak-Ibu gambarkan, pemerataan dari pertumbuhan ekonomi cukup sedang dibanding dengan negara kita sendiri, bahkan dengan DKI, atau bahkan dibanding dengan Kota Bogor, Depok masih lebih bagus," balas Imam.

Imam kemudian membanggakan program Kartu Depok Sejahtera sebagai upaya mengurangi gini ratio Kota Depok. Dengan begitu, kesejahteraan bisa dicapai.

"Ke depan, insyaallah kami akan melanjutkan terhadap pengurangan angka gini ratio dengan mengeluarkan layanan Kartu Depok Sejahtera, mudah-mudahan dengan ini pemerataan sejahtera bagi rakyat Depok bisa kita capai terima kasih," ujar Imam.

Pradi kemudian menyinggung hal tersebut. Dia menyebut program kartu itu sudah menjadi program pemerintah pusat. Yang terpenting, menurutnya, adalah inovasi karena, di masa pandemi, angka kemiskinan di Kota Depok meningkat.

"Pak Imam yang ditunjukkan tadi saya lihat kartu terus ini ya, jadi kartu ini saya perhatikan sebetulnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Jadi tinggal turunannya saja kepada kita," katanya.

"Nah yang terpenting kepada kita adalah inovasi inovasi, kemudian juga kolaborasi yang lahir, gagasan terutama di kondisi pandemi COVID ini, terus terang pertumbuhan ekonomi kita ini sudah cukup baik dan bahkan kita ada di peringkat 3 untuk penuntasan kemiskinan di 2019 di angka 2,007. Namun setelah pandemi COVID, kita ini cukup tinggi dari yang masyarakat ini sekitar 74 ribuan yang miskin dan setelah pandemi COVID lebih dari 280 ribuan, nah maka buat kami solusi yang paling baik adalah bagaimana kita meningkatkan perekonomian," lanjutnya.

(eva/imk)