Pradi Serang Idris di Awal Debat Pilkada Depok: Kewenangan Saya Dibatasi!

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 19:48 WIB
Debat Kedua Pilkada Depok, Pilwalkot Depok, Pemilihan Wali Kota Depok
Debat Kedua Pilkada Depok (Youtube KPU Kota Depok)
Jakarta -

Debat kedua Pilkada Depok dimulai dengan pemaparan visi dan misi program kedua pasangan calon. Cawalkot nomor urut 1, Pradi Supriatna, langsung menyerang calon wali kota petahana, Mohammad Idris.

"Saya 4,5 tahun berada di dalam pemerintahan Kota Depok sebagai wakil wali kota, kewenangan saya terbatas, bahkan bisa dibilang dibatasi," ucap Pradi dalam debat kedua Pilkada Depok, Senin (30/11/2020).

Pradi menilai pembangunan Kota Depok lambat. Dia menyebut Kota Depok salah arah.

"Saya merasakan pembangunan bergerak sangat lambat, kebijakan dibuat ke arah tidak tepat, ini tidak bisa dibiarkan dan diteruskan," ujaranya.

Dia menyebut Kota Depok perlu perubahan. Untuk itu, dia memilih mencalonkan diri sebagai wali kota.

"Kota Depok memerlukan pemimpin baru, membuat inovasi menciptakan di pembaruan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan," ujarnya.

Pradi mengebut dia memiliki program kesehatan. Salah satunya menyediakan ambulans di kelurahan.

"Menyiapkan tiga unit ambulans, dengan petugas medis sebagai RS keliling untuk menjemput warga yang sakit," katanya.

Idris sendiri tidak hadir dalam debat kedua Pilkada Depok ini karena masih positif Corona. Oleh sebab itu, pasangannya, yaitu Imam Budi Hartono, tampil sendirian.

Usai pemaparan visi dan misi, pasangan calon diberikan pertanyaan berbeda yang telah disiapkan panelis. Debat kali ini mengambil tema 'Kesehatan, Kesejahteraan, dan Kesenjangan di Depok dalam Era Kebiasaan Baru'.

(aik/imk)