Debat Pilkada Depok

Afifah Serang soal Kios UMKM Kosong di Depok, Imam Sindir 'Tak Pakai Data'

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 20:44 WIB
Pengambilan nomor urut Paslon Wali Kota Depok
Pasangan calon Pilkada Depok saat pengambilan nomor urut. (Foto: Dok. KPU Depok)
Depok -

Calon Wakil Wali Kota (Cawawalkot) Depok Afifah Alia menyinggung soal adanya 1.000 kios UMKM yang kosong. Rivalnya, calon wakil wali kota Imam Budi Hartono, menyebut Afifah tak memakai data.

Awalnya, Imam bicara soal upaya mencetak pengusaha di Depok. "Ke depan akan mencetak 5.000 pengusaha baru atau startup dan 1.000 perempuan pengusaha," kata Imam dalam debat kedua Pilkada Depok yang disiarkan di YouTube KPU Kota Depok, Senin (30/11/2020).

Kemudian, Imam menyampaikan beberapa langkah untuk memajukan pengusaha. Selain itu, akan dibangun alun-alun dan pusat UMKM.

"Pertama, pelatihan dan pendidikan. Kedua, pemberian bantuan modal. Ketiga, pendampingan atau mentor, lalu membangun alun-alun di wilayah barat, pusat marketplace untuk gerai UMKM khusus Kota Depok," kata Imam.

Menanggapi hal itu, Afifah menyingung soal kios-kios UMKM yang disiapkan oleh Mohammad Idris saat menjabat Wali Kota Depok. Idris adalah pasangan Imam Budi Hartono di Pilkada Depok. Menurut Afifah, kios-kios tersebut banyak yang kosong.

"Apakah Pak Imam tahu bahwa 1.000 kios yang dijanjikan tidak terealisasi dan kosong saat ini," ucap Afifah.

"Jadi pertanyaan saya kepada Pak Imam, jangan cuma bicara tapi lihat kenyataan di lapangan," ucapnya.

Diserang Afifah, Imam balas menyindir. Menurutnya, Afifah tidak memakai data saat menyerang soal kios UMKM di Depok.

"Mungkin Bu Afifah mengeluarkan pendapatnya tidak memakai data. Karena kami sebagai Pemerintah Kota Depok telah membuat 1.000 kios di berbagai tempat, termasuk di tempat tempat minimarket," ucapnya.

Namun, ada masalah pandemi virus Corona (COVID-19) yang menghambat. Akhirnya, ada kios-kios UMKM yang kosong.

"Dan permasalahannya adalah, ketika COVID-19 sehingga banyak warga, termasuk juga, bukan kita saja, tapi banyak tempat yang juga mengalami penurunan dalam berjualan ada yang sukses ada yang tidak," kata Imam.

(aik/imk)