Sidang Kasus Suap Pinangki

Pesan Pinangki ke Anak Terungkap di Sidang: Mommy in Jail, Pray for Me

Zunita Putri - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 19:05 WIB
Terdakwa, jaksa Pinangki kembali menghadiri sidang kasus suap di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020) dengan agenda eksepsi. Eksepsi diajukan oleh tim kuasa hukum. Sementara Pinangki tidak membuat eksepsi, hanya menulis catatan yang ia berikan kepada jurnalis usai sidang selesai.
Pinangki Sirna Malasari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa mengungkap Pinangki Sirna Malasari pernah bersurat ke anak semata wayangnya saat ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Surat itu dibacakan jaksa dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Pungki Primarini, yang merupakan adik Pinangki.

"BAP saudara terdakwa Pinangki pernah menunjukkan rasa penyesalan ke keluarga karena tersangkut masalah, ketika hendak dibawa penyidik dari Apartemen Pakubuwono, saat itu Pinangki bilang 'Im ok, i love you', Pinangki menangis titip papa, titip Bima (anak Pinangki), disaksikan saudara sendiri," kata jaksa saat membacakan BAP dalam sidang di PN Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).

"Saat ditahan di Rutan Kejagung, titip surat ke Pudji (driver Pinangki) berisi barang-barang yang dibutuhkan Pinangki, baby sitter pernah menyampaikan ke saya, bahwa Pinangki juga mengirimkan pesan untuk anaknya yang berisi 'Mommy in jail, because mommy made mistake?'. Ini betul?" tanya jaksa meminta konfirmasi BAP Pungki.

Pungki kemudian meralat pesan Pinangki ke anaknya itu. Menurutnya, ada kesalahan pada kalimat 'because mommy made mistake'.

"Sebenarnya bilangnya 'Bima, I'm sorry mommy in jail, please pray for me'," kata Pungki.

Dalam sidang ini Pinangki didakwa menerima suap USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan oleh Djoko Tjandra. Uang suap itu diterima Pinangki untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana.

Putusan PK itu berkaitan dengan perkara cessie Bank Bali. Saat itu Pinangki menjabat jaksa di Kejagung.

Selain itu, jaksa juga menyatakan, pada 2019-2020, Pinangki menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Pinangki juga disebut jaksa menyamarkan asal-usul uang korupsi dengan membeli sejumlah kendaraan sekaligus melakukan operasi kecantikan. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah BMW X-5, yang harganya Rp 1,7 miliar.

Tonton video 'Tangis Pinangki Saat Adik Bersaksi soal Perjalan ke Singapura':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)