Melihat Kasus Habib Rizieq Keluar dari RS UMMI, IDI Bicara 'Pulang Paksa'

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 06:43 WIB
Habib Rizieq Santap Nasi Mandi dan Jus Kurma
Habib Rizieq (Foto: detikcom/twitter Tommy Soeharto)
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan peristiwa pasien meminta keluar dari rumah sakit seperti yang dilakukan Habib Rizieq Shihab adalah hal yang biasa terjadi. Namun demikian, Satgas IDI menyebut risiko kesehatan akan ditanggung sendiri oleh pasien.

"Jadi kalau mengenai pulang dari rumah sakit bagaimana? Sebenarnya kalau pasien pulang dari rumah sakit nggak ada masalah kesehatan yang serius, misalnya kalau masih sakit keluar, bisa mandiri di rumah tentu saja tidak harus dirawat di rumah sakit. Atau pasiennya masih sakit tapi maksa pulang, dalam hal ini namanya pulang paksa atas permintaan pasien dan ada surat tertulisnya kalau mau pulang sendiri, nanti kalau ada apa-apa tanggung sendiri," kata Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban kepada wartawan, Minggu (29/11/2020).

Pada kasus pulang paksa ini, Zubairi mengatakan pasien harus membuat surat pernyataan. Surat itu berisikan jika terjadi masalah kesehatan, pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab.

"Kalau pulang paksa ada surat dari yang bersangkutan 'pokoknya aku maksa pulang' tapi kalau ada apa-apa tanggung sendiri kalau di rumah ada apa-apa lagi misalnya," katanya.

Zubairi mengatakan, permintaan pulang paksa ini sering terjadi di banyak rumah sakit. Pada saat pulang paksa ini, pasien meminta pulang ketika masih menjalani perawatan.

"Iya, itu memang terjadi, itu kah haknya pasien untuk minta pulang paksa namanya. Artinya kalau belum selesai perawatan dan minta pulang ada risiko di rumah apa-apa, keluarga atas nama pasien menyatakan minta pulang, kalau ada apa-apa tanggung sendiri. Itu bisa terjadi di banyak rumah sakit," tuturnya.

Simak video 'Lika-Liku Swab-Pulang Sendiri Habib Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2