Mahfud: Rizieq Shihab Kontak Erat dengan Pasien COVID-19, Harus Kooperatif!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 21:06 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md berdialog dengan perwakilan buruh se-Jatim. Mahfud berjanji kritik dari buruh dijadikan catatan rancangan peraturan pemerintah (PP). (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Menko Polhukam Mahfud Md (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyesalkan sikap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menolak melakukan tes swab. Mahfud menyebut Rizieq Shihab melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19.

"Kami sangat menyesalkan sikap Muhammad Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak mengingat yang bersangkutan pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19. Kami meminta sekali lagi kepada masyarakat luas, siapa pun, agar kooperatif sehingga penanganan COVID-19 berhasil," kata Mahfud dalam siaran YouTube BNPB, Minggu (29/11/2020).

Mahfud menjelaskan penularan virus Corona hingga saat ini masih terus terjadi, sehingga setiap warga negara diminta senantiasa menjalankan protokol kesehatan, termasuk bersedia ketika dilakukan penelusuran kontak.

"Pemerintah ingin menekankan sekali lagi bahwa, satu, dalam situasi penularan COVID-19 yang masih terjadi, maka setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan, termasuk secara suka rela mau untuk dites, ditelusuri kontak eratnya, serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular virus Corona," kata Mahfud.

Guna melakukan pengendalian pandemi Corona, Mahfud menyebut pemerintah terus melakukan 3T. Masyarakat juga diminta menaati protokol kesehatan.

"Pelaksanaan tiga T yaitu testing, tracing, dan treatment di samping melakukan upaya pencegahan melalui 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan adalah merupakan tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif sehingga siapa pun wajib mendukungnya," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2