Habib Rizieq Keluar RS via Pintu Belakang, PAN: Bisa Jadi Menghindar

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 06:19 WIB
Saleh Daulay
Saleh Daulay (Foto: Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN, Saleh Pertaonan Daulay menilai Habib Rizieq Shihab meninggalkan RS UMMI Bogor dari pintu belakang karena ingin menghindar. Dia menilai Habib Rizieq ingin menghindar dari sorotan masyarakat.

Saleh awalnya menjelaskan komunikasi antara pemerintah dan Habib Rizieq. Menurutnya, saat ini komunikasi kedua belah pihak tidak berjalan dengan baik.

"Saya lihat ada komunikasi yang terputus ini antara pemerintah dan Habib Rizieq, sejak mestinya beliau sampai di Indonesia itu komunikasi harus dijalin dengan benar. Kalau bisa kita lakukan rekonsiliasi. Di tengah situasi COVID seperti ini dan menyisakan situasi yang belum jelas kapan berakhirnya, hal-hal seperti ini harusnya tidak terjadi," kata Saleh saat dihubungi, Minggu (29/11/2020).

Saleh menilai, terjalinnya komunikasi yang baik akan memudahkan upaya dalam pengendalian virus Corona. Salah satunya melakukan tes swab kepada Habib Rizieq.

"Ini Habib Rizieq kelihatannya merasa seakan-akan dia dikejar-kejar, seakan-akan dia disalahkan terhadap sesuatu. Padahal sebetulnya komunikasi ini bisa menjalin keakraban atau kedekatan dengan dia termasuk di antaranya melakukan tes-tes seperti ini. Kalau komunikasi terjalin itu bisa dilakukan, atau upaya bisa dilakukan," katanya.

Menurut Saleh, keluarnya Habib Rizieq dari pintu belakang RS UMMI lantaran ingin menghindar. Dia menilai Habib Rizieq ingin menghindar karena merasa tak nyaman.

"Tapi kalau seperti sekarang dia akan menghindar, menghindar sekarang, dari pantauan media saja kelihatan dia sudah nggak nyaman, nah ini yang menurut saya dari awal kurang utuh dilakukan oleh pemerintah. Apalagi sekarang orang datang ke Rumah Sakit UMMI itu kan, orang berkerumun di situ, kan tidak nyaman," katanya.

"Bisa jadi menghindar, apa lagi Habib Rizieq ini bisa jadi tidak nyaman dilihat orang banyak, tidak nyaman diberitakan, mungkin karena itu dia keluar. Kan tidak mesti harus dihindari juga, itu kan masuk rumah sakit bukan sesuatu yang tabu, bukan aib kan itu. Orang datang ke RS kan berobat, bukan sesuatu yang aib lah mestinya," sambungnya.