Sambut Baik Vaksin, AFPI: Beri Dampak Langsung pada Roda Ekonomi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 22:32 WIB
KPCPEN
Foto: KPCPEN
Jakarta -

Pemerintah telah menyatakan akan menghadirkan vaksin COVID-19 di Indonesia. Rencana pemerintah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menangani pandemi sekaligus membangkitkan ekonomi Indonesia. Sektor teknologi keuangan yang selama ini banyak mendukung UMKM di masa pandemi menyambut baik kehadiran vaksin ini.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi menuturkan rencana pemerintah untuk melakukan vaksinasi COVID-19 membawa harapan bagi bangsa Indonesia.

"Vaksin COVID-19 pasti menjadi harapan kita semua, karena semakin cepat virus terkendali tentunya akan memberikan dampak langsung terhadap roda ekonomi dan juga kegiatan UMKM yang menjadi target penyelenggara fintech lending di AFPI," ujar Adrian, dalam keterangan tertulis, Minggu (29/11/2020).

Ia lantas menambahkan, kepastian pemerintah terkait rencana vaksinasi Corona tentunya akan sangat bermanfaat bagi dunia usaha.

"Diharapkan adanya kepastian vaksin akan memberikan kepastian planning bagi dunia usaha khususnya UMKM dan tentunya akan dapat meningkatkan kepercayaan publik," imbuh adrian.

Kebangkitan UMKM akan menjadi poros utama dalam upaya menggerakan kembali roda perekonomian Indonesia. Oleh karenanya, vaksin yang bertujuan untuk membangun kekebalan tubuh ini sangat dinantikan kehadirannya.

"Semoga dengan adanya vaksin COVID-19 yang aman dan berkhasiat dapat membuat aktivitas masyarakat kembali normal sehingga pelaku UMKM yang memang bergantung pada aktivitas masyarakat dapat merasakan manfaatnya," ucap Adrian.

Dikatakannya, AFPI dan anggotanya telah memberikan kontribusi besar bagi UMKM Indonesia selama masa pandemi, dengan menyalurkan pinjaman untuk modal usaha. Pinjaman modal usaha yang cepat dari perusahaan fintech lending sangat membantu UMKM yang belum banyak memiliki akses ke bank.

Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2020, sampai saat ini tercatat sekitar 157 perusahaan fintech lending atau yang memberi pinjaman di Indonesia dengan total aset hampir Rp 3,2 triliun. Sebanyak 54 persen dari 12,8 juta peminjam P2P merupakan UKM. Penyaluran kredit tersebut menyumbang 55 persen dari Rp 54,71 triliun pinjaman yang disalurkan oleh fintech tahun 2019 silam.

"Kami berharap vaksin dapat meningkatkan harapan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih optimal. Tentunya kami juga siap sedia membantu dalam kapasitas kami apabila dibutuhkan," tambah Managing Director of Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana.

Sementara itu, data OJK per September 2020 memperlihatkan penyaluran pembiayaan baru fintech lending mencapai Rp 6,82 triliun atau naik sekitar 39 persen (month to month/mtm). Dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, pembiayaan baru fintech lending periode Desember 2019 sampai Maret 2020 tercatat pada kisaran Rp 6,8 triliun sampai Rp 7,1 triliun.

(akn/ega)