Hoax soal Vaksin Corona Perlu Diluruskan, Cari Tahu di Webinar Ini!

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 16:49 WIB
KPCPEN
Foto: detikcom
Jakarta -

Upaya pengendalian penularan serta penyebaran COVID-19 terus dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dengan menghadirkan vaksin. Kini, pengembangan vaksin virus Corona sudah dalam tahap uji klinis ketiga.

Pemerintah pun telah mengirim tim pemantau dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) ke China, sebagai langkah percepatan tahap uji klinis guna memastikan keamanan dan kelayakannya.

Walau demikian, Pemerintah Indonesia belum dapat menentukan tanggal pasti vaksinasi ini. Pasalnya, selain harus lulus uji klinis tiga, izin penggunaan darurat dari BPOM harus dikantongi sebelum vaksin siap didistribusikan dan digunakan oleh masyarakat luas.

Namun, belakangan muncul berita simpang siur mengenai vaksin COVID-19, yang lantas membuat sebagian masyarakat cemas dan menolak disuntik vaksin. Beberapa hal yang kerap kali dijadikan alasan utama penolakan, di antaranya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

Usai mendapat vaksinasi, beberapa orang mengalami peningkatan suhu tubuh disertai nyeri ataupun bengkak di daerah suntikan. Meski begitu, keluhan yang timbul umumnya bersifat ringan dan lokal. Rasa nyeri dan bengkak bisa disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap benda asing yang dimasukkan, dan dapat diatasi dengan kompres air dingin.

Sementara demam merupakan reaksi inflamasi dari vaksin yang sedang bekerja. KIPI juga bisa terjadi lantaran adanya faktor kebetulan akibat hal lainnya yang berbarengan dengan program vaksinasi.

Sebaliknya, vaksinasi justru dapat menjadi langkah tepat dalam menghadapi dan menjinakkan pandemi COVID-19. Vaksinasi akan membuat tubuh seseorang mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu, sehingga bila terpapar ia menjadi kebal.

Tidak hanya melindungi diri sendiri, orang-orang yang nantinya mendapat vaksin juga dapat melindungi orang di sekitar yang mungkin tidak memiliki akses terhadap vaksin. Jika hal ini dilakukan oleh sebagian besar masyarakat, maka akan terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Menanggapi hal ini, detikcom bekerja sama dengan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menggelar Virtual Talkshow dengan tema 'Kebaikan Vaksin, Pulihkan Indonesia'. Tujuan dari kegiatan ini, yakni mengedukasi masyarakat serta menjawab hoax tentang vaksin virus Corona yang sempat beredar.

Di acara ini, Anda dapat mengulik lebih seputar pengertian, cara kerja vaksin sampai dengan pentingnya dilakukan vaksinasi ini. Virtual Talkshow 'Kebaikan Vaksin, Pulihkan Indonesia' akan ditayangkan secara langsung di detikcom pada Selasa, 1 Desember 2020 mendatang, pukul 14.00-15.00 WIB, dengan menghadirkan Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran Prof. Dr. Kusnandi, dr, SpA(K), MM serta dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog dr. Dirga Sakti Rame, M.Sc, Sp.PD sebagai pembicara.

Jadi, jangan sampai lewatkan acara ini!

Simak video 'Vaksin Sinovac Diberikan ke Usia 18-59 Tahun, Bagaimana Lainnya?':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)