Kementan Ingin Kembangkan Budidaya Hewan di Pasar Tallunglipu

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 23:55 WIB
Kementan
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau kepadatan aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Ternak di Kelurahan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

"Saya melihat pasar ini sangat efektif untuk dikembangkan karena disini banyak upacara upacara adat. Dan upacara adat itu pasti menggunakan kerbau, menggunakan babi dan hewan lainnya dengan jumlah yang besar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/11/2020).

Syahrul menjelaskan Pasar Tallunglipu bisa dikembangkan lebih modern dengan konsep pasar lokal yang terintegrasi dengan pembibitan dan budidaya.

Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan agar hewan yang ada benar-benar menghasilkan pedaging berkualitas. Oleh karena itu, ia berjanji akan memulai pengembangan tersebut pada tahun 2021.

"Insyaallah tahun 2021 kita akan mengintervensi proses budidaya hewan supaya menjadi hewan pedaging. Mudah-mudahan pilkada disini cepat selesai supaya kita bisa bekerja sama dengan para pimpinan daerah," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan Pasar Tallunglipu merupakan pasar besar karena semua aktivitas jual belinya dilakukan oleh banyak warga dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan.

"Pasar ini bukan hanya milik orang Toraja Utara saja, karena ternyata dari berbagai kabupaten di seluruh Sulawesi Selatan juga menjual kesini. Terutama pada saat hari sabtu seperti sekarang ini. Oleh karena itu saya akan coba memberi perhatian khusus," jelasnya.

Ia juga menyebut perputaran uang di Pasar Tallunglipu sangat besar. Terlihat dari harga kerbau yang dibanderol hingga Rp 150 juta. Bahkan, ada juga harga kerbau yang harganya mencapai Rp 200 juta.

"Bahkan tadi ada kerbau belang yang harganya di atas Rp 200 juta. Kerbau kerbau ini biasanya digunakan untuk kepentingan pesta. Ini potensi ternak yang luar biasa. Kenapa? kita harus ingat untuk masalah daging itu masih impor. Karena itu, ini tugas kita agar rakyat bisa melakukan budidaya dan produksi untuk menghasilkan daging kerbau dan babi berkualitas," pungkasnya.

(prf/ega)