Temui IMI, Ini Pesan Ketua MPR untuk Para Pengendara Motor

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 21:30 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang secara eksplisit merujuk Empat Pilar MPR RI di dalam penyusunan anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya. Menurut Bamsoet, ini menunjukkan komitmen IMI terhadap nilai-nilai kebangsaan yang mengedepankan prinsip gotong royong dan menjunjung tinggi jiwa dan semangat nasionalisme.

"Karena rasa cintanya terhadap Indonesia itulah, IMI menyusun buku dan video Panduan Tata Cara Berkendara Sepeda Motor Berkelompok yang bisa menjadi rujukan bagi para pengendara sepeda motor. Mengingat membangun budaya tertib dan patuh terhadap peraturan di jalan raya sebagai kunci keselamatan berlalu lintas, bukanlah perkara mudah. Namun dengan dukungan seluruh stakeholders dan semangat brotherhood dalam setiap diri anggota komunitas otomotif, saya yakin hal tersebut bukan hal yang mustahil untuk kita wujudkan bersama," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (28/11/2020).

Hal tersebut disampaikan saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama IMI di Jakarta. Di kesempatan tersebut, Bamsoet menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sepeda motor di tanah air hingga penghujung tahun 2018 lalu mencapai 137,7 juta unit.

Sementara itu Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat di tahun 2019, terdapat 6,05 juta unit sepeda motor terjual ke konsumen sehingga per tahun 2019 jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 143,75 juta unit.

"Konsekuensi logisnya, mayoritas pengguna jalan raya akan dikuasai pengendara sepeda motor. Sepeda motor menjadi mayoritas pengguna jalan raya dengan volume sekitar 87,3 persen. Sedangkan 12,7 persen sisanya adalah pengguna mobil pribadi, mobil penumpang, dan mobil angkutan barang," jelasnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini menegaskan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius. Mengingat rata-rata pertumbuhan jalan di Indonesia setiap tahunnya hanya sebesar 1,45 persen.

Ia juga mengatakan setiap pengguna jalan perlu lebih bijaksana dalam menyikapi ketimpangan antara laju pertumbuhan jalan dengan laju pertumbuhan kendaraan bermotor.

"Perlu dipertegas komitmen dan kesadaran bahwa jalan raya adalah fasilitas umum milik bersama. Sehingga bisa membangun suasana nyaman dan aman, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan lalu lintas. Menurut data Korlantas POLRI, selama pelaksanaan operasi patuh 2020, periode 23 Juli hingga 5 Agustus, telah terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak lebih dari 548 ribu kasus, dan kecelakaan lalu lintas sebanyak 2.388 kejadian," paparnya.

Meskipun angka tersebut turun dari periode sebelumnya, Bamsoet mengatakan aspek fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas terjadi peningkatan, terutama pada pengendara motor. Bahkan yang lebih memprihatinkan, sebagian besar korban adalah kelompok usia produktif umur 15-35 tahun.

"Masih tingginya angka kecelakaan pengendara motor tidak hanya disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah pengguna motor di jalan raya, tetapi juga pada sikap berkendara yang tidak mengutamakan aspek keselamatan. Tidak hanya oleh pengendara motor individu, tetapi juga pengendara motor berkelompok yang melakukan touring bersama," jelasnya.

Namun, Bamsoet menilai adanya klub dan komunitas otomotif di satu sisi menggembirakan. Pasalnya, aktivitas komunitas banyak diisi dengan berbagai kegiatan positif, seperti aksi solidaritas sosial kemanusiaan.

Ia menambahkan kehadiran mereka juga secara tak langsung menggerakkan sektor perekonomian, khususnya pariwisata. Ini dilakukan melalui kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang kemudian dipromosikan melalui media sosial.

"Namun disisi lain, masih banyak komunitas otomotif yang belum memahami tata cara berkendara berkelompok yang baik dan benar, sehingga memunculkan kritik dari masyarakat pengguna jalan lainnya. Karena itu, hadirnya buku dan video Panduan Tata Cara Berkendara Sepeda Motor Berkelompok yang dibuat IMI, perlu disebarluaskan kepada ratusan juta pengendara motor di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Diketahui, dalam acara tersebut turut hadir Ketua Umum IMI 2016-2020 Sadikin Aksa, Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Nanan Soekarna, Kepala Pusat Pendidikan Lalu Lintas POLRI, Kombes Pol Djoni Hendra, serta ratusan anggota komunitas otomotif.

(prf/ega)