Ini Alasan Satgas Kota Bogor Minta Hasil Swab Test Habib Rizieq ke RS UMMI

Afzal Nur Iman - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 21:28 WIB
RS UMMI Bogor, lokasi Habib Rizieq dirawat (Sachril/detikcom)
Foto: RS UMMI Bogor (Sachril/detikcom)
Bogor -

Satgas COVID-19 Kota Bogor melaporkan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit (RS) UMMI, Andi Tatat, ke polisi. Pihak RS UMMI dianggap menghalangi upaya penanggulangan penyebaran COVID-19 karena tak terbuka soal hasil swab test Habib Rizieq Syihab (HRS).

Ketua bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor, Agustian Syah, menjelaskan alasan pihaknya meminta hasil swab terhadap Habib Rizieq. Dia mengatakan pihaknya meminta hasil swab HRS yang dirawat di RS UMMI semata-mata untuk pendataan.

Dia mengatakan HRS masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) karena berasal dari Petamburan, Jakarta Pusat. Sebab di sana terjadi kasus penyebaran Corona.

"Kepentingan kami adalah untuk mencatat data jumlah pasien yang memang masuk ke Kota Bogor, dirawat di Kota Bogor dengan asumsi yang bersangkutan adalah ODP (orang dalam pemantauan). Kenapa kita bilang ODP, karena yang bersangkutan dari klaster Petamburan ada ter-update ada 34 yang positif. Maka kita meminta yang bersangkutan untuk melakukan swab," kata Agustian di Balai Kota Bogor, Bogor, Sabtu (28/11/2020).

Dia mengatakan setiap rumah sakit (RS) wajib untuk menyampaikan data terkait penanganan pasien COVID-19. Sebab, data tersebut diperlukan sebagai penentuan langkah dalam upaya penanggulangan COVID-19.

Menurutnya, prinsip tersebut berlaku secara umum alias tidak terkait dengan perorangan. Agustian mengatakan Satgas COVID-19 pun punya kewajiban untuk melindungi privasi dari setiap pasien.

"Kita hanya memerlukan sinergi dan kolaborasi untuk mencatat dan mengetahui untuk mengambil langkah sikap yang tepat dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya," kata dia.

"Kami tekankan, RS berkewajiban menyampaikan hasil data swab test pasien ke Satgas COVID Kota Bogor sebagai bahan penentuan kami dalam menyampaikan data ke Satgas COVID nasional," tambah Kasatpol PP Kota Bogor ini.

Dia mengatakan pihaknya melapor ke polisi karena pihak RS UMMI tidak memberikan informasi yang komprehensif. Tindakan tersebut dinilai menghalangi tugas Satgas COVID-19.

"Pihak RS UMMI menjanjikan pada 27 November menyatakan hasilnya akan keluar pada pukul 11 malam. Sampai jam 12 tak ada kabar keluar kepada kami Satgas COVID Kota Bogor. Sehingga kami Satgas COVID memutuskan untuk melaporkan pihak RS UMMI ke Polres Kota Bogor dengan dugaan menghambat dan menghalangi proses penyebaran wabah penyakit menular sebagaimana diamanahkan UU 4/84 tentang Wabah Penyakit Menular," urainya.

Respons RS UMMI atas pelaporan tersebut bisa dilihat di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2