Dirut Dipolisikan Terkait Hasil Swab Test HRS, Ini Respons RS UMMI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 21:11 WIB
RS UMMI, Kota Bogor, Jawa Barat
RS UMMI Bogor (Foto: M Sholihin)
Jakarta -

Satgas COVID-19 Kota Bogor melaporkan Direktur Utama (Dirut) RS UMMI Andi Tatat karena dinilai tak terbuka soal hasil swab test Habib Rizieq Syihab (HRS). Pihak RS UMMI mengaku belum menerima informasi pelaporan itu secara resmi.

"Secara formalitas saya tidak terinfo dari sekretariat direksi," kata Humas RS UMMI, Chaerudin, saat dihubungi, Sabtu (28/11/2020).

Chaerudin mengaku belum berkomunikasi dengan Andi Tatat terkait pelaporan tersebut. Menurut Chaerudin, pihaknya saat ini menunggu arahan lebih lanjut dari manajemen RS UMMI dalam menyikapi pelaporan terhadap Dirut.

"Saya masih menunggu arahan lebih lanjut dari manajemen," ujar Chaerudin.

"Belum (berkomunikasi dengan Dirut Andi Tatat). Saya mengerti saat ini beliau sedang sibuk terkait hal tersebut. Saya menunggu arahan beliau lebih lanjut," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Dia dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor karena dinilai menghalang-halangi upaya satgas melakukan swab test terhadap Habib Rizieq yang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Benar," kata Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/11).

Apa alasan Satgas COVID-19 Kota Bogor melaporkan Dirut RS UMMI ke polisi? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2