46.574 Spesimen Terkait Corona Diperiksa pada 28 November

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 16:50 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Ilustrasi Spesimen Corona (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 46.574 spesimen terkait virus Corona (COVID-19) diperiksa per hari ini. Dari total spesimen yang diperiksa, terdapat 5.418 kasus positif Corona.

Dari data yang dikutip Satgas Penanganan COVID-19, Sabtu (28/11/2020), spesimen sebanyak itu berasal dari 37.299 orang. Total ada sebanyak 5.612.789 spesimen dari 3.766.860 orang yang diperiksa di Indonesia.

Satgas COVID-19 melaporkan di seluruh Indonesia ada 426 laboratorium jejaring. Jumlah ini terdiri dari 307 laboratorium real time PCR (RT-PCR), 81 laboratorium tes cepat molekuler (TCM), serta 38 laboratorium RT-PCR dan TCM.

Dilaporkan juga ada 68.606 kasus suspek Corona yang dipantau pemerintah.

Adapun total kasus Corona hingga hari ini sebesar 527.999. Sementara itu, terdapat tambahan 4.527 angka kesembuhan dari Corona, dengan total kasus sembuh sebesar 441.983. Untuk kasus meninggal, ada tambahan 125 kasus, dengan total kasus menjadi 16.646.

Jumlah 46.574 spesimen terkait Corona yang diperiksa sudah melampaui target yang diberikan Presiden Jokowi. Jokowi pernah menargetkan minimal 30 ribu spesimen yang harus diperiksa setiap hari.

Jika diartikan, kata 'spesimen' memiliki arti bagian dari kelompok atau bagian dari keseluruhan atau bisa diartikan dengan sampel. Pemeriksaan spesimen terkait Corona diambil melalui metode usap atau swab dan kemudian dilanjutkan uji PCR di laboratorium.

Kebijakan pemeriksaan spesimen merupakan salah satu upaya 3T yang dilakukan pemerintah. Pengertian 3T sendiri adalah testing, tracing, dan treatment.

(jbr/hri)