Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo, Ini Pembelaannya

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 14:20 WIB
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gibran Maulana/detikcom)
Jakarta -

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Wawalkot Tangsel) Rahayu Saraswati merasa ada pihak yang mengaitkan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan dirinya. Saraswati menilai hal tersebut dilakukan terkait urusan politis.

"Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami. Tak lama kemudian, berita soal Menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar," kata Saraswati dalam keterangannya, Sabtu (28/11/2020).

Saras mengatakan dirinya sudah membahas persoalan ekspor benur sebelum mendeklarasikan diri maju ke Pilkada Tangsel. Dia mengatakan ada dua episode pembahasan soal bisnis lobster yang diunggah dalam program di kanal YouTube-nya, Let's Talk with Sara (LTWS).

Dia mengatakan dua episode tersebut berisi perbincangannya dengan Effendi Gazali dan ahli lobster dari Indonesia, Bayu Priyambodo. Sementara itu, satu episode lainnya berisi penjelasan dari sang ayah, Hashim Djojohadikusumo.

Saraswati menolak dikaitkan dengan kasus penangkapan Edhy Prabowo. Dia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menjatuhkan nama baiknya.

Berikut ini pernyataan Saraswati:

Kasusnya Menteri KKP hanya berhubungan dengan gratifikasi yang dilakukan 1 PT. Tapi ini politik. Nama saya dikait2kan. Tidak peduli caranya, walau hanya penggiringan opini berdasarkan asumsi tanpa bukti, yang penting pokoknya bagaimana supaya menjatuhkan nama baik dari seorang Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Terlalu sering saya melihat senior-senior saya di politik diam saat difitnah dan digempur dengan isu. Mungkin itu cara mereka untuk meredakan situasi karena dianggap "toh nanti masyarakat juga akan lupa sendirinya". Atau dianggap tidak penting untuk berdialog dengan tembok (alias mereka yang tidak peduli kebenaran tapi yang penting tuduhan sudah dilontarkan).

Namun tidak ada yang perlu saya tutup-tutupi dan fitnah yang dilontarkan sudah merambat kemana-mana, sampai banyak orang yang sangat peduli dengan saya terganggu. Jadi saya mengeluarkan pernyataan ini demi mereka yang menyayangi saya dan telah memasang badan untuk saya.

Simak video 'Luhut soal Ekspor Benur: Dari Aturan, Tidak Ada yang Salah':

[Gambas:Video 20detik]



Kelanjutan penjelasan Saraswati bisa dilihat di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2