Maradona, Politik, dan Agama

Cerita Maradona yang Merasa Jadi Orang Palestina

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 12:39 WIB
BUENOS AIRES, BUENOS AIRES - MARCH 28: Argentine manager Diego Maradona waves to the fans prior to the 2010 FIFA World Cup South African qualifier match between Argentina and Venezuela at River Plate Stadium on March 28, 2009 in Buenos Aires, Argentina.  (Photo by Photogamma/Getty Images)
Diego Maradona (Getty Images)

Setahun kemudian, beredar kabar bahwa Maradona sedang bernegosiasi dengan Asosiasi Sepakbola Palestina mengenai kemungkinan melatih tim nasional Palestina selama Piala Asia AFC 2015.

Pada Juli 2018, dia bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan singkat di Moskow. Dia mengaku sebagai orang Palestina.

"Dalam hati, saya orang Palestina," katanya kepada Abbas sambil memeluknya.

Pada tahun yang sama, Maradona mengungkapkan pendapatnya tentang peran AS di Suriah, yang berada di tahun ketujuh perang saudara ketika Presiden Bashar al-Assad mengkonsolidasikan kendalinya atas sebagian besar negara.

"Anda tidak perlu kuliah untuk mengetahui bahwa Amerika Serikat ingin menghapus Suriah dari keberadaannya," katanya.

Kini Maradona telah pergi untuk selamanya. Mantan pemain Argentina dan pemenang Piala Dunia itu meninggal pada Rabu (25/11) karena serangan jantung pada usia 60 tahun.

Kepergiannya terjadi dua minggu setelah dipulangkan dari rumah sakit Buenos Aires setelah menjalani operasi otak.

Halaman

(rdp/imk)