Maradona, Politik, dan Agama

Cerita Maradona yang Merasa Jadi Orang Palestina

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 12:39 WIB
BUENOS AIRES, BUENOS AIRES - MARCH 28: Argentine manager Diego Maradona waves to the fans prior to the 2010 FIFA World Cup South African qualifier match between Argentina and Venezuela at River Plate Stadium on March 28, 2009 in Buenos Aires, Argentina.  (Photo by Photogamma/Getty Images)
Diego Maradona (Getty Images)
Jakarta -

Dunia berduka atas kepergian sang legenda sepakbola dunia, Diego Maradona. Semasa hidupnya, Maradona juga dikenal cukup vokal dalam menyuarakan perjuangan rakyat Palestina.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/11/2020), Maradona dielu-elukan sebagai seorang sosialis sayap kiri anti-imperialis, yang telah mendukung gerakan-gerakan progresif.

Dia dekat mendiang pemimpin Venezuela Hugo Chavez, mendiang Presiden Kuba Fidel Castro, hingga Evo Morales dari Bolivia.

Dia pernah terlihat lebih dari satu kali menemani Chavez, mengenakan kemeja anti-George Bush. Dia dengan tidak menyesal mendukung Palestina, bahkan setelah gantung sepatu sepakbola.

Saat sang legenda berpulang, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri men-tweet belasungkawa kepada keluarga dan penggemar Maradona di seluruh dunia.

"Kami sangat sedih atas kematian salah satu pesepakbola terhebat, 'Maradona', yang dikenal atas dukungannya pada gerakan #Palestine," tulisnya via akun Twitter-nya.

Pada 2012, Maradona menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu rakyat Palestina'. "Saya menghormati mereka dan bersimpati dengan mereka," katanya. "Saya mendukung Palestina tanpa rasa takut."



Dua tahun kemudian, selama serangan musim panas Israel di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 3.000 warga Palestina, Maradona mengungkapkan kemarahan dan mengkritik Israel.

"Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina sangat memalukan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Simak video 'Penghormatan untuk Maradona Terus Mengalir':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2