Round-Up

Seruan NKRI Saat Dandim Ditolak Masuk Gang Rumah HRS

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 07:33 WIB
Polisi kembali melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2020). Penyemprotan dilakukan setelah muncul klaster Petamburan pasca serangkaian acara Habib Rizieq Syihab.
Foto ilustrasi penyemprotan disinfektan di Petamburan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf Luqman Arief ditolak masuk gang rumah Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) saat hendak melakukan penyemprotan disinfektan. Penolakan datang dari laskar FPI yang berjaga di sekitar lokasi.

"Sementara yang disemprot di bagian luar saja. Seperti yang lain juga kanan-kiri di bagian luar saja. Karena di dalam mereka sudah inisiatif melakukannya sendiri. Kita hanya mengimbau mereka harus jaga kesehatan kita bersama," kata Luqman Arief di lokasi, Jumat (27/11/2020).

Hal itu dikatakan Luqman usia berdebat alot dengan laskar FPI. Pihak TNI akhirnya hanya dibolehkan oleh laskar FPI menyemprot Jalan Petamburan III.

Luqman memang tengah memimpin kegiatan penyemprotan disinfektan oleh prajurit TNI. Laskar FPI menolak Luqman yang hendak menyemprot ke Gang Paksi.

Tampak beberapa anggota laskar FPI menjaga gang menuju rumah Habib Rizieq. Mereka tak berkenan dilakukan penyemprotan hingga ke rumah Habib Rizieq.

Luqman Arief mengatakan penyemprotan disinfektan dilakukan demi mencegah penyebaran COVID-19 di sekitar lokasi. Meskipun sempat ditolak masuk, Luqman Arief menegaskan Petamburan masih berada di wilayah NKRI, sehingga tak ada yang diistimewakan.

Simak juga video 'Polisi Segera Susun Rencana Penyidikan Kasus Kerumunan HRS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2