10 Daerah Dapat Bantuan Dana Ketahanan Pangan Rp 11,9 M

10 Daerah Dapat Bantuan Dana Ketahanan Pangan Rp 11,9 M

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2006 21:42 WIB
Medan - Sejumlah cara digunakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk memastikan daerah itu tidak mengalami kekurangan pasokan beras pada tahun 2006. Selain menunggu kedatangan beras impor dari Vietnam, juga diberikan dana bantuan ketahanan pangan kepada 10 daerah. Penandatanganan MoU pemberian bantuan itu dilaksanakan di Gedung Binagraha Pemprov Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (26/1/2006) yang dilakukan Wakil Gubernur Rudolf M Pardede dengan bupati 10 daerah itu. Bantuan dengan total nilai Rp 11,950 miliar itu diperuntukkan bagi pembelian gabah dari petani. Jumlah dana bantuan yang diterima setiap daerah bervariatif antara Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Kabupaten Simalungun, Tapanuli Utara dan Mandailing Natal, masing-masing mendapat Rp 2 miliar guna pembelian gabah minimal 2.312 ton di setiap daerah. Kabupaten Tapanuli Selatan Rp 1,250 miliar untuk pembelian gabah 1.445 ton. Sedangkan Langkat dan Asahan mendapat Rp 1 miliar untuk pembelian gabah minimal 1.156 ton di setiap daerah. Kabupaten Serdang Bedagai dan Toba Samosir mendapat Rp 750 juta untuk pembelian gabah minimal 867 ton, Deli Serdang mendapat Rp 700 juta untuk pembelian gabah 809 ton dan Humbang Hasundutan Rp 500 juta untuk pembelian gabah minimal 578 ton. Namun untuk memperkuat cadangan beras ini, akan didatangkan beras impor dari Vietnam sebanyak 22.350 ton yang akan masuk pada akhir bulan ini. "Untuk itu, saya minta kepada Perum Bulog agar dilakukan pengawasan dengan melibatkan instansi terkait. Dengan adanya kenaikan harga beras akhir-akhir ini, saya minta Dewan Ketahanan Pangan, provinsi, kabupaten dan kota melakukan pengawasan intensif. Bila terjadi gejolak harga beras di atas harga rata-rata normal, agar segera diusulkan untuk mengadakan operasi pasar murni," kata Wakil Gubernur Rudolf M Pardede. Mengenai kondisi ketahanan pangan Sumut pada tahun 2005, Rudolf Pardede menyatakan,secara umum cukup baik sesuai yang direncanakan. Hal ini antara lain terlihat dari ketersediaan beras yang bersumber dari produksi Sumut yang mencapai sekitar 2,1 juta ton. Sedangkan kebutuhan sekitar 1,7 juta ton. Selain itu, harga gabah di tingkat petani selama tahun 2005 relatif cukup stabil dan berada di atas harga pembelian pemerintah. "Kita dapat berbangga hati, karena Sumut sudah tiga kali memperoleh penghargaan pengembangan ketahanan pangan dari Presiden RI yakni, tahun 2002, 2004 dan 2005. Penghargaan yang sama juga pernah diterima Kabupaten Labuhan Batu pada tahun 2002, Tapanuli Utara tahun 2003, Tapanuli Selatan tahun 2004 dan Langkat tahun 2005 lalu," jelas Rudolf. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait