ADVERTISEMENT

KPK Geledah KKP dan Rumah Dinas Edhy Prabowo Besok

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 22:17 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.
Edhy Prabowo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto menyebut pihaknya akan melakukan penggeledahan terkait kasus ekspor benur yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo . Karyoto menyebut penggeledahan ini akan dilakukan esok hari di tempat-tempat yang telah disegel sebelumnya, yakni kantor KKP dan rumah dinas Edhy Prabowo.

"Dan tentunya memang sedini mungkin kemarin kita sudah segel sehingga mungkin kemarin-kemarin tidak ada yang masuk di ruangan yang akan kita geledah, mudah-mudahan besok akan bisa kita laksanakan penggeledahan secara menyeluruh terhadap proses-proses," kata Karyoto dalam jumpa pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020).

Karyoto belum menyebut secara gamblang lokasi dan ruangan yang akan digeledah esok hari itu. Namun Karyoto menyebut penggeledahan ini dilakukan dari hasil penyelidikan awal terkait kasus ini.

"Yang sebagaimana kita ketahui dari hasil penyelidikan di awal dan ruang-ruang mana yang harus perlu kita geledah, mungkin itu. Hari ini mungkin belum kelihatannya belum bisa dilaksanakan, rekan-rekan bisa tahu cukup menyita perhatian dan waktu bagi rekan-rekan untuk rekan-rekan penyidik untuk melakukan tahap pemeriksaan mungkin itu," kata Karyoto.

Diketahui sebelumnya, setelah Edhy ditangkap KPK, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan didatangi sejumlah penyidik dari KPK.

Pantauan detikcom, Rabu (25/11), sejumlah penyidik dari KPK itu mendatangi kantor KKP, Gambir, Jakarta Pusat. Menggunakan satu mobil, mereka yang terdiri atas lima orang. Penyidik KPK ini dihalangi ketika hendak masuk ke kantor KKP. Sempat terjadi cekcok antara petugas keamanan dan penyidik KPK.

"Ditunggu 5 menit, kalau tidak dibuka, saya dobrak nanti," kata salah seorang penyidik KPK.

"Bapak jangan halang-halangi lho," lanjut penyidik lain.

Siapa saja yang terkena OTT KPK selain Edhy? simak di halaman berikutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT