Round-Up

Pinta Maaf Edhy Prabowo Dibarengi Aksi Mundur dari Menteri dan Partai

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 07:29 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.
Edhy Prabowo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap ekspor benur. Edhy meminta maaf kepada atasannya dan mundur dari jabatan yang dia emban.

Edhy adalah Menteri Kelautan dan Perikanan dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Edhy juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, partai yang dipimpin Ketua Umum Prabowo Subianto. Dia meminta maaf kepada dua tokoh itu.

"Pertama saya minta maaf kepada Bapak Presiden, saya telah mengkhianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal," kata Edhy di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Edhy juga meminta maaf kepada ibundanya. Kader Partai Gerindra itu mengaku kuat dan akan bertanggung jawab.

"Saya mohon maaf kepada ibu saya yang saya yakin hari ini nonton di TV. Dalam usianya yang sudah sepuh ini beliau tetap kuat. Saya masih kuat dan saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi," ujar Edhy.

Edhy juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia mengaku akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

"Kemudian saya juga mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kelautan dan Perikanan yang mungkin banyak terkhianati, seolah-olah saya pencitraan di depan umum, itu tidak, itu semangat. Ini adalah kecelakaan yang terjadi, dan saya bertanggung jawab terhadap ini semua," ujar Edhy.

Selanjutnya, Edhy mundur dari jabatannya:

Selanjutnya
Halaman
1 2