Edhy Prabowo: Banyak yang Terkhianati Seolah Saya Pencitraan, Tidak!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 00:53 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.
Edhy Prabowo (tengah) (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo meminta maaf kepada semua pihak usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Ungkapan maaf juga diungkapkan Edhy kepada jajaran di KKP.

"Kemudian saya juga mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kelautan dan Perikanan yang mungkin banyak terkhianati, seolah-olah saya pencitraan di depan umum itu tidak, itu semangat," ujar Edhy di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020).

Edhy mengatakan bahwa penangkapan oleh KPK ini adalah sebuah kecelakaan. Dia siap untuk bertanggung jawab.

"Ini adalah kecelakaan yang terjadi dan saya bertanggung jawab terhadap ini semua, saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang menjadi yang saya lakukan, dan ini tanggung jawab penuh saya kepada dunia dan akhirat. Saya akan jalani pemeriksaan ini insyaallah dengan tetap sehat" jelasnya.

Kepada Partai Gerindra Edhy juga menyampaikan permohonan maaf. Dia menyatakan akan segera mundur sebagai menteri.

"Saya juga mohon maaf kepada keluarga besar partai saya, saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri, dan saya yakin prosesnya masih berjalan, saya bertanggung jawab penuh, dan saya akan hadapi dengan jiwa besar," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2