75 Hukuman Mati di Indonesia Sepanjang 2020 Sejauh Ini

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 18:45 WIB
Ilustrasi Kasus Yusman Telaumbanua
Ilustrasi Hukuman Mati (Edi Wahyono/detikcom)

61. Sugeng Santoso. Kasus pembunuhan. Pada Agustus 2020, MA mengubah hukuman 20 tahun penjara menjadi hukuman mati.
62. Sunarto, kasus pembunuhan. Divonis mati oleh PN Lamongan.
63. Hidayatulloh. Kasus narkoba. Kasus pertama dihukum 17 tahun penjara. Kasus kedua ganja seberat 600 kg. Dihukum mati oleh PN Tangerang.
64. Rudi Hartono. Kasus ganja seberat 600 kg. Dihukum mati oleh PN Tangerang.
65. Muhammad Iqbal Ramadhan (27), kasus 219 kg ganja. Dihukum mati di PN Jaksel dan dikuatkan PT Jakarta.
66. Heri Gunawan (22), kasus 219 kg ganja. Dihukum mati di PN Jaksel dan dikuatkan PT Jakarta.
67. Tajuddin Yusuf (20), kasus 219 kg ganja. Dihukum mati di PN Jaksel dan dikuatkan PT Jakarta.
68. Rizal, kasus 10 kg sabu. Dihukum mati oleh PN Dumai.
69. Aris Munandar, kasus 16 kg sabu. Hukuman mati dijatuhkan PN Tanjung Balai, Sumut.
70. Ali Heri Sanjaya. Kasus pembunuhan. Dihukum mati oleh PN Banyuwangi dan PT Surabaya.
71. Hiklas Saputra. Napi LP Merah Mata yang menjalani hukuman 11 tahun penjara. Hiklas kemudian dihukum mati karena mengontrol peredaran narkoba 30 kg sabu.
72. Dedi Irawan. Napi LP Merah Mata yang menjalani hukuman 12 tahun penjara. Dedi kemudian dihukum mati karena mengontrol peredaran narkoba 30 kg sabu.
73. Samsul Abidin. Napi LP Merah Mata yang menjalani hukuman 17 tahun penjara. Samsul kemudian dihukum mati karena mengontrol peredaran narkoba 30 kg sabu.
74. Apriadi dihukum mati karena menyelundupkan sabu dari Malaysia seberat 11 kg sabu dan 61.600 butir pil ekstasi.
75. Zaini dihukum mati karena menyelundupkan sabu dari Malaysia seberat 11 kg sabu dan 61.600 butir pil ekstasi.

Halaman

(asp/zak)