Modal Comot Foto Polisi untuk WA-FB, Wandi Tipu-tipu Tetangga Minta Pulsa

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 16:05 WIB
Polres Sidrap tangkap pelaku penipuan minta pulsa. Pelaku bermodus menggunakan foto polisi di akun WA dan medsos yang dipakai untuk menipu (dok istimewa)
Polres Sidrap tangkap pelaku penipuan minta pulsa. Pelaku bermodus menggunakan foto polisi di akun WA dan medsos yang dipakai untuk menipu. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Tukang kayu bernama Wandi (20) ditangkap polisi atas melakukan aksi penipuan minta pulsa. Warga Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), ini menipu korban dengan cara mengaku-ngaku sebagai polisi.

Demi memuluskan aksinya, Wandi nekat membuat akun WhatsApp (WA) menggunakan foto anggota Polres Sidrap, Brigadir I. Wandi mengambil foto dari akun media sosial (medsos) polisi tersebut.

"Pelaku memakai foto profil milik anggota polisi yang sebelumnya diambil dari akun Facebook anggota itu," kata Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Benny Pornika kepada detikcom, Rabu (25/11/2020).

Korban penipuan Wandi ialah warga sipil hingga polisi. Penipuan juga dilakukan Wandi lewat medsos.

Wandi juga membuat akun Facebook yang lagi-lagi menggunakan foto Brigadir I. Menggunakan akun palsu, Wandi mengirim pesan singkat ke seorang rekan polisi tersebut untuk meminta pulsa.

"Pelaku melakukan penipuan dengan cara mencari sasaran korban yang berdomisili di sekitar tempat tinggal anggota. Salah seorang korban tertipu dengan mengirim pulsa senilai Rp 300 ribu," kata Benny.

Polisi yang menyelidiki laporan korban kemudian meringkus Wandi di Jl Badak, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Selasa (24/11).

Wandi terhitung nekat karena korban masih tinggal satu wilayah dengannya. Begitu juga polisi yang fotonya dipakai untuk akun WA dan medsos untuk menipu.

Kepada polisi, sang tukang kayu itu mengakui aksinya. Polisi mendalami dugaan Wandi juga menipu untuk mendapatkan uang.

"Dirinya beranggapan apabila menggunakan nama dan foto profil anggota polisi, maka para korban mudah percaya memberikan pulsa ataupun sejumlah uang, mengingat pelapor berprofesi sebagai anggota kepolisian," pungkas Benny.

(jbr/jbr)