Menag Akan Terbitkan Aturan Ibadah Natal di Tengah Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 15:11 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam peringatan Hari Santri di kantor Kemenag.
Menag Fachrul Razi (Foto: dok. Kemenag)

Diketahui, pandemi COVID-19 masih mewabah di Tanah Air menjelang perayaan Hari Natal dan tahun baru 2021. Selama masa pandemi COVID-19, tempat ibadah di Indonesia mengalami sejumlah pembatasan dan alternatif kegiatan.

Salah satunya Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau agar tidak ada perayaan Paskah di gereja selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). PGI memberikan beberapa alternatif kegiatan yang bisa dilakukan.

Awalnya, PGI melihat ada kebingungan di gereja terkait perayaan Paskah dengan puncak perayaan pada 12 April 2020. PGI meminta agar gereja memperhitungkan masa pandemi Corona yang masih berlangsung.

"Kami memahami kegelisahan dan kebingungan banyak Gereja anggota dalam menyikapi tradisi Perjamuan Kudus yang kita lakukan di seputar masa raya Paskah, entah pada hari Kamis Putih, Jumat Agung, atau Minggu Paskah," kata Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom, dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Selain itu, Menteri Agama Fachrul Razi juga mengimbau warga yang berada pada wilayah terpapar virus Corona tidak mudik Lebaran pada tahun ini. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Kalau sayang orang tua, sayang saudara, di kampung, jangan mudik," ujar Menag seperti dilansir situs Kemenag, Sabtu (28/3).

Menurut Menag, perlu dilakukan usaha mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia. Tradisi mudik atau pulang kampung biasa dilakukan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar kampung halamannya pada saat hari besar, seperti Lebaran.


(hel/imk)