Dicokok KPK Setibanya di RI, Edhy Prabowo Sempat Pamit ke Gerindra Menuju AS

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 12:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan
Edhy Prabowo (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyempatkan diri pamit ke Partai Gerindra untuk bepergian ke Amerika Serikat (AS). Edhy Prabowo berpamitan ke Gerindra beberapa hari sebelum berangkat.

"Kalau saya sudah (komunikasi dengan Edhy Prabowo) saat sebelum berangkat ke Amerika-lah. Dua hari sebelum berangkat," kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

"Mungkin 2 minggu yang lalu atau 12 hari yang lalu, saya lupa," tambah Dasco.

Dasco menyebut Edhy Prabowo tak menyampaikan agenda yang akan dilakukan di AS. Edhy hanya pamit akan ke AS.

"Nggak, dia cuma anu saja, bilang pamit saja ke Amerika," ujarnya.

Edhy Prabowo merupakan Waketum Partai Gerindra. Dia ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK setiba di Indonesia dari AS. Edhy Prabowo masih berstatus terperiksa di KPK.

Dasco mengatakan sudah melaporkan soal kabar penangkapan Edhy Prabowo ke Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Gerindra menunggu penjelasan resmi dari KPK.

"Kami sudah melaporkan kepada Ketua Umum kami, dan arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK menangkap Menteri KKP Edhy Prabowo. Penangkapan Edhy Prabowo terkait dengan ekspor benur atau benih lobster.

"Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11).

Penangkapan terjadi pada malam dini hari tadi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP. Istri Edhy Prabowo juga dikabarkan ikut diamankan.

"Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soetta. Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan," ujar Ghufron.

(rfs/zak)