Debat Pilwalkot Makassar 2020

Irman Yasin Limpo Sindir Danny Tak Mengerti soal Gini Ratio Makassar

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 22:52 WIB
Debat kedua Pilwalkot Makassar (dok KPU Makassar)
Foto: Debat kedua Pilwalkot Makassar (dok KPU Makassar)
Makassar -

Debat Pilwalkot Makassar memasuki tema soal pertumbuhan ekonomi. Cawalkot nomor urut 1, Danny Pomanto membanggakan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia atau Gini Ratio Kota Makassar sebesar 0,4 persen.

Namun cawalkot nomor urut 4, Irman Yasin Limpo (None) menilai Danny salah memahami data itu.

"Jangan Anda bangga 0,4 persen Pak Danny. Kalau dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi itu tidak normal," kata Irman dalam debat Pilwakot Makassar di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Menurutnya, berdasarkan data pertumbuhan 8 persen ekonomi Makassar dengan gini ratio sebesar 0,4 persen, mengindikasikan ekonomi Makassar hanya berputar pada segelintir orang.

"Saya tidak senang dengan angka ini, sebagai warga yang mengerti rasio ini merugikan Kota Makassar," kata Irman.

Danny menanggapi pernyataan Irman. Dia menilai Pemkot Makassar berhasil mempersempit gini ratio.

"Paling menarik, Pak Irman, bukan 4 persen tapi 0,4 persen gini ratio. Kami bahkan diumumkan sebagai daerah pengendalian inflasi terbaik oleh pemerintah. Artinya, kami berhasil mempersempit gini ratio itu," kata Danny.

Sementara itu, Syamsu Rizal (Deng Ical) menyebut gini ratio bergantung pada banyak faktor. Namun dia menyebut peningkatan pertumbuhan ekonomi Makassar akan terpengaruh pada faktor distribusi produksi ke UMKM. Dia juga menyentil soal penguasaan bisnis yang hanya dimiliki segelintir orang.

"Pemerintah harus hadir untuk UMKM serta adanya jaminan dari pemasaran dari pemerintah," kata dia.

Di lain pihak, paslon Munafri Arifuddin (Appi) menyebut potensi pertumbuhan ekonomi Makassar terletak pada investasi dari swasta dan BUMN yang nilainya mencapai trilunan rupiah. Selain itu, dia menyinggung soal relaksasi pajak bagi usaha-usaha yang ada di Makassar.

"Ini dilakukan sehingga mereka dapat kembali membuka usaha mereka," terang Appi.

(fiq/idn)