Gandeng Tokopedia, Pertamina Dorong UMKM Binaan Go Digital

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 22:50 WIB
Dapur Lindawaty di Depok, Jabar, turut mencetak UMKM kuliner. Lindawaty memberikan pelatihan melalui kursus online untuk para pebisnis kuliner.
Ilustrasi. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT. Pertamina (Persero) mendorong UMKM binaannya untuk bertahan di masa pandemi. Hal ini diwujudkan melalui Program Kemitraan Pertamina dengan menghadirkan pembinaan berbasis go digital.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan, salah satu penerapan pembinaan berbasis go digital ini adalah melalui pelatihan penggunaan marketplace sebagai media memasarkan produk. Dengan demikian, pelaku UMKM tetap dapat menjangkau seluruh pelanggannya tanpa berinteraksi langsung, bahkan memasarkan produknya lebih luas.

"Saat ini, terutama di masa pandemi, marketplace menjadi media yang sangat efektif dalam menggaet pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).

Heppy menjelaskan Pertamina juga menggandeng salah satu marketplace di Indonesia, yakni Tokopedia. Dalam hal ini, salah satu Trainer Tokopedia, Iwan Amin Kurdi memaparkan tips dan trik berjualan di lapak online agar ramai pesanan, serta mempertahankan pelanggan.

Iwan menjelaskan langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyiapkan nama toko. Adapun nama toko bisa dipilih sesuai jenis barang yang akan dijual atau nama apapun yang mudah diingat oleh pembeli.

Selanjutnya, penjual perlu melengkapi informasi dasar toko seperti alamat toko, layanan pengiriman, verifikasi toko, rekening toko, serta informasi dan profil toko. Hal ini berguna untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.

"Setelah seluruh informasi pribadi tersebut diinput, pemilik toko dapat mengaktifkan sejumlah pengaturan keamanan akun. Sehingga data tersebut dapat terjaga dan tidak khawatir akan dipersalahgunakan," jelasnya

Iwan menambahkan langkah selanjutnya adalah mengunggah produk yang akan dijual. Menurutnya, langkah ini menjadi hal penting dalam berjualan online. Namun, penjual harus memastikan memberi nama produk yang tepat.

"Hindari penamaan produk yang disingkat atau menggunakan kode yang tidak sesuai dengan kata kunci yang sekiranya digunakan oleh pembeli, typo atau salah tulis pada nama produk, dan menggunakan kata kunci yang berlebihan/spamming," katanya.

Lebih lanjut Iwan menyampaikan langkah berikutnya adalah memasang foto produk yang menarik. Agar produk lebih menarik, penjual perlu menggunakan latar belakang putih/polos, foto produk jelas dan dari berbagai sisi, memakai model/manekin untuk produk fashion, memastikan pencahayaan foto baik, dan menghindari penggunaan watermark.

"Dengan melihat foto yang bagus, membuat orang ingin melihat produk kita dan bahkan sampai membelinya," imbuhnya.

Ia juga mengatakan foto yang bagus harus diimbangi dengan deskripsi produk yang detail. Oleh karena itu, penjual perlu menulis semua informasi penting terkait produk seperti spesifikasi/fitur, keunggulan produk, kelengkapan produk, garansi produk dengan kata-kata yang mudah dimengerti.

Selain itu, Iwan mengatakan perlunya memasang harga yang kompetitif, yakni dengan membandingkan dengan harga kompetitor. Penjual juga perlu menyesuaikan kualitas dan nilai barang yang dijual.

"Atau buat harga bundle atau grosir, dengan menawarkan harga yang lebih murah apabila membeli banyak," tuturnya.

Program Kemitraan Pertamina mendapat respon dari berbagai mitra binaannya, salah satunya Dahrul Mahbar. Pemilik usaha Jahe Cangkir Mas ini telah menerapkan sejumlah tips dan trik yang sudah diberikan. Hingga kini produknya yang terjual di Tokopedia mencapai 47 ribu produk. Selain itu omzet penjualannya dan permintaan produknya juga meningkat sebesar 50%.

Melalui pembinaan ini, Heppy yakin penjualan produk UMKM binaan Pertamina dapat stabil dan cenderung meningkat meski di tengah pandemi. Heppy juga mengatakan upaya ini merupakan bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, serta tenaga kerja penuh dan produktif.

"Di mana diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Heppy.

(prf/ega)