Penyidikan Kingkin Anida Tersangka Kasus Demo Anarkis Omnibus Law Lengkap

Kadek Melda L - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:55 WIB
Brigjen Awi Setiyono (Bil Wahid/detikcom)
Brigjen Awi Setiyono (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menyelesaikan penyidikan kasus penghasutan demo tolak omnibus law yang berujung anarkistis atas tersangka Kingkin Anida. Berkas penyidikan atas nama tersangka Kingkin Anida pun telah dinyatakan lengkap.

"Terkait dengan kasus demo anarkis omnibus law beberapa waktu lalu, sementara ini baru satu tersangka Kingkin Anida, berkasnya pada 20 November, Jumat lalu, sudah dinyatakan P21," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020).

Proses selanjutnya adalah pelimpahan barang bukti dan tersangka. Awi menuturkan proses pelimpahan barang bukti dan tersangka akan segera dijadwalkan.

"Tentunya untuk penyerahan barang bukti dan tersangka akan dijadwalkan oleh penyidik dan JPU," tuturnya.

Sebelumnya, Polri telah menetapkan sembilan tersangka kasus penghasutan demo anarkistis terkait omnibus law. Dari sembilan tersangka itu, beberapa di antaranya merupakan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan Khairi Amri (KA) serta petinggi KAMI Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH), dan Anton Permana (AP).

Ketua KAMI Medan Khairi Amri ditangkap di Medan bersama tiga tersangka lainnya, yakni Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), dan Wahyu Rasasi Putri (WRP). Sementara itu, Jumhur, Syahganda, dan Anton ditangkap di Jakarta bersama tersangka lainnya, yakni Kingkin Anida.

Selain itu, Polri menangkap Deddy Wahyudi (DW), yang merupakan admin akun @podoradong. Deddy ditangkap lantaran melakukan ujaran kebencian dan membuat kegaduhan atau keonaran dengan berita bohong.

"Tersangka DW ini punya akun @podoradong," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono.

Pada 12 November 2020, kuasa hukum Kingkin Anida, Nurul Amalia dan Helmi Al Djufri, memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa kliennya bukan anggota KAMI. Menurut kuasa hukum, berkas perkara Kingkin Anida dipisah dengan para anggota KAMI.

(zak/zak)