Satgas: Jangan Sampai Kerja 8 Bulan Rusak karena Ketidakpedulian Warga-Pemda

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:18 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mewanti-wanti lonjakan kasus pada libur panjang Desember 2020 mendatang. Wiku mengingatkan agar kerja keras penanganan Corona yang sudah berjalan berbulan-bulan tidak dirusak.

Hal ini disampaikan Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020). Awalnya Wiku memaparkan data 5 besar provinsi dengan penambahan kasus Corona tertinggi selama 3 pekan berturut.

Lima provinsi yang dimaksud yakni DKI Jakarta, Riau, Jawa Timur, DI Yogyakarta, hingga Sulawesi Tengah. Dan, DKI Jakarta selalu masuk di lima besar penambahan kasus harian terbanyak.

"Bahkan di pekan ini berada di peringkat pertama. Saya mohon kepada Gubernur DKI dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Wiku.

Atas dasar data tersebut, Wiku meminta pemerintah daerah untuk menekan angka kasus Corona di wilayahnya. Terlebih, berkaca pada libur panjang pekan lalu, ada kenaikan jumlah kasus Corona.

Dia pun mewanti-wanti agar libur akhir tahun nanti tak menambah data kasus positif Corona di Indonesia. Wiku tak ingin kerja keras selama 8 bulan rusak.

"Adanya libur panjang pada pekan lalu dan yang akan datang dapat memicu terjadinya kenaikan kasus. Untuk itu, mohon betul-betul ditingkatkan kapasitas pemeriksaan COVID-19, terutama orang-orang dengan riwayat perjalanan, serta lakukan penelusuran kontak erat dengan masif untuk mendeteksi kasus," jelas dia.

"Kami meminta agar jangan sampai kerja keras selama 8 bulan ini menjadi rusak karena ketidaksabaran, karena ketidakhati-hatian dan ketidakpedulian baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat," kata Wiku.

Wiku mengingatkan, selama vaksin Corona belum ada, maka protokol kesehatan menjadi penting untuk terus diterapkan. Hal itu satu-satunya cara dan 'obat' sementara untuk mencegah penyebaran virus.

"Selalu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, serta hindari berpergian keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak," ujar dia.

Simak juga video 'Satgas COVID-19: Keterisian ICU di Jateng-Jabar di Atas 70%':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/knv)