Anies Pamer Baca 'How Democracies Die', Firli Cerita Buku 'Why Nations Fail'

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 13:59 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri usai menjalani sidang etik yang digelar oleh Dewan Pengawas KPK, di gedung C1 KPK Kuningan Jakarta, Selasa (25/8/2020) . Persidangan yang berlangsung tertutup tersebut memeriksa Firli atas dugaan  pelanggaran etik terkait aktivitas penggunaan fasilitas berupa helikopter mewah atas laporan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI).
Ketua KPK Firli Bahuri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang pamer membaca buku 'How Democracies Die'. Firli bercerita soal buku berjudul 'Why Nations Fail' yang disebut telah lama dibacanya.

"Kalau kemarin saya lihat ada di media Pak Anies membaca 'How Democracies Die'. Bukunya ada 'Why Nations Fail', itu udah lama saya baca, tahun 2002 sudah baca buku itu," kata Firli dalam acara 'Serah Terima Barang Rampasan KPK', yang disiarkan di akun YouTube KPK, Selasa (24/11/2020).

"Kalau ada yang baru baca sekarang, baru bangun. Makanya banyak yang mengkritisi kan, udah lama buku itu," imbuh Firli.

Lebih jauh, Firli bercerita bagaimana pemberantasan korupsi menjadi perhatian khusus seluruh negara di dunia. Menurutnya, banyak negara yang gagal karena maraknya tindak pidana korupsi yang terjadi.

"Seluruh dunia memberikan perhatian terhadap korupsi karena kejahatan ini adalah kejahatan yang luar biasa makanya penanganan secara luar biasa. Banyak negara bisa gagal mewujudkan tujuan negara karena banyaknya korupsi," ujar Firli.

Firli mengatakan korupsi tidak sekadar kejahatan yang merugikan keuangan negara. Lebih dari itu, korupsi juga kejahatan yang merasuk hingga seluruh sendi kehidupan.

"Seluruh aspek kehidupan bisa berdampak kalau ada korupsi," katanya.

Firli menyebut penanganan korupsi itu memiliki tiga tujuan. Selain menyelamatkan keuangan negara, keselamatan hak-hak politik dan sosial bangsa akan terjamin jika korupsi dapat diatasi dengan baik.

"Karena kita paham penanganan korupsi ini tujuannya ada 3 sejajar. Pertama adalah penyelamatan keuangan dan kekayaan negara. Kedua menjamin tersampaikannya hak-hak politik dan sosial. Ketiga adalah menjamin keselamatan bangsa dan warga negaranya. Ini tiga hal itu yang harus kita pahami kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi," ujar Firli.

(fas/dhn)