Viral Penumpang KRL Dipukul Satpam, KCI: Sudah Damai

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 07:45 WIB
PT KCI mendata adanya penurunan jumlah penumpang KRL. Hal itu terjadi setelah adanya imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta kerja dari rumah.
Ilustrasi penumpang KRL di stasiun. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Viral cuitan warganet di Twitter yang menyebut ada seorang penumpang kereta rel listrik (KRL) yang dipukul oleh petugas satpam. Peristiwa itu disebutkan terjadi di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, pada Senin (23/11) kemarin.

Tidak diketahui secara pasti penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Penumpang itu mengalami luka di bagian hidung karena dipukul oleh petugas satpam.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba membenarkan peristiwa tersebut. Hanya, dia tak menjelaskan secara rinci kronologinya.

"Tadi malam sudah berdamai dan Twitter asalnya sudah dihapus," ujar Anne saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020).

Anne mengatakan pihaknya mohon maaf atas peristiwa tersebut. Menurutnya, penumpang tersebut telah mendapat perawatan di pos kesehatan Stasiun Manggarai.

"KAI Commuter memohon maaf atas insiden yang dialami seorang pengguna KRL di Stasiun Manggarai pada malam hari ini (23/11). Pengguna tersebut telah mendapat perawatan di pos kesehatan Stasiun Manggarai," katanya.

Sementara itu, petugas yang melakukan pemukulan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Anne mengatakan kedua belah pihak sudah berdamai.

"Sedangkan petugas yang terkait insiden tersebut tentunya akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Saat ini jalur damai sudah dilakukan," kata Anne.

Lebih lanjut, Anne mengimbau penumpang KRL senantiasa menjaga keselamatan diri. Terlebih, saat ini pandemi COVID-19 masih ada.

"Di sisi lain KAI Commuter kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam menggunakan transportasi publik, utamanya KRL. Hal ini berkaitan dengan upaya KAI Commuter menjalankan protokol jaga jarak di dalam stasiun maupun kereta, di mana jumlah pengguna dibatasi maksimal 74 orang per kereta. Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak ini, akan ada antrean dan penyekatan di sejumlah titik di stasiun sebelum pengguna dapat menuju ke peron dan naik kereta," ucapnya.

(man/dnu)