Mulyadi-Ali Mukhni Dilaporkan ke Bareskrim, PD: Salah Alamat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 22:08 WIB
Bakal cagub-cawagub Sumbar Mulyadi dan Ali Mukhni
Mulyadi-Ali Mukhni (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran jadwal kampanye. Partai Demokrat sebagai pengusung utama Mulyadi menyebut laporan itu salah alamat.

"Mungkin salah alamat jika indikasi pelanggaran kampanye ke Bareskrim. Penindakan pelanggaran kampanye itu ke Bawaslu dan silakan ikuti tata aturannya jika memang ada pelanggaran," kata Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Herman menyebut tindakan yang Mulyadi lakukan sehingga dilaporkan itu, harus dibuktikan apakah kampanye atau tidak. Herman berharap tak ada manuver berlebihan di Pilkada 2020.

"Terkait apa yang dituduhkan oleh pelapor harus dibuktikan dulu bahwa itu adalah kampanye. Tidak bolehlah melakukan manuver yang berlebihan terhadap kandidat yang dianggap kuat akan memenangkan pilkada," kata Herman.

Herman menegaskan lagi laporan terhadap Mulyadi ke Bareskrim salah alamat. Dia meminta polisi mengabaikan laporan terhadap Mulyadi.

"Saya kira kepolisian sangat memahami bahwa pelanggaran rezim pilkada adalah lex specialis Bawaslu. Oleh karenanya, polisi dapat mengembalikan pengaduan tersebut karena salah alamat dan mengada-ada," kata Herman.

Untuk diketahui, Mulyadi-Ali Mukhni dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana pemilihan umum.

Penasihat hukum pelapor Yogi Ramon Setiawan, Maulana Bunggaran, mengatakan kliennya sebelumnya sudah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu RI dan saat ini sudah dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut sudah mendapatkan LP dari Bawaslu bernomor: 14/LP/PG/RI/00,00/XI/2020.

Herman Khaeron (Dwi Andayani/detikcom)Herman Khaeron (Dwi Andayani/detikcom)

Maulana menuturkan, Bareskrim Polri hari ini menjadwalkan pemeriksaan pelapor dan juga para saksi. Maulana menyebut pasangan Mulyadi-Ali telah kampanye di luar jadwal lewat tayangan di sebuah program TV.

"Hari ini agendanya pemeriksaan pelapor beserta saksi-saksi. Kampanye di luar jadwal melalui media elektronik dalam acara Coffee Break TV One pada tanggal 12 November 2020," ujarnya.

Maulana menjelaskan, dalam tayangan di program tersebut, Mulyadi-Ali menyampaikan visi misi mereka. Kemudian kata Maulana, ada juga slogan dari paslon tersebut yang ditampilkan saat acara berlangsung.

"Ada... slogan yang digunakan calon Gubernur tersebut. Kedua di dalam materi dari acara tersebut diduga merupakan penyampaian program ataupun visi maupun misi dari calon," tuturnya.

Lebih lanjut Maulana mengatakan pihaknya juga sudah melampirkan beberapa bukti terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Mulyadi-Ali. Salah satunya rekaman video program tersebut yang diperoleh dari YouTube.

(gbr/aud)