Video Ibu Aniaya Anak di Tangsel Disebar Suami, Polisi: Bisa Kena UU ITE

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 21:35 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
ilustrasi (Foto: istimewa)
Tangerang Selatan -

Video penganiayaan yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial LQR (24) di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), kepada anaknya viral di media sosial. Setelah diselidiki polisi, pengunggah video penganiayaan itu adalah suami pelaku.

"Suaminya dan dia juga ada menyebarkan itu di media sosial," ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Iman menyebut akan menindaklanjuti hal itu. Pasalnya, suami pelaku diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kalau UU ITE kita sedang berproses dan kondisi ini bertahap, kami akan mengarah ke suaminya yang upload itu," sebutnya.

Iman menyebut tujuan suami mengunggah video penganiayaan itu adalah mengingatkan istrinya bahwa tindakannya salah. Status sang suami, kata Iman, diperiksa sebagai saksi.

Sementara status pelaku sebagai tersangka. Iman memastikan pelaku ditahan.

"Ditahan," kata Iman.

Penganiayaan itu terjadi di kediaman pelaku di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Kamis (25/6/2020) silam. Pelaku kesal dengan suaminya sendiri lantaran lebih perhatian ke istri pertama. Karena hal itu, pelaku menyiksa anaknya sendiri di kamar mandi.

"(Pelaku) memasukkan kepala korban ke dalam ember warna hijau yang berisi air selama sekitar 10 detik sebanyak 1 (satu) kali menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kiri tersangka memegang handphone untuk merekam perbuatan yang tersangka lakukan kepada korban," jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra.

Kemudian, pelaku mengirimkan video tersebut ke suaminya. Hal itu dimaksud agar perhatian suami lebih berimbang kepada istri pertama dan dirinya.

Karena kesal, suaminya justru membanting ponsel pelaku. Sejak kejadian itu, pelaku dan suaminya kerap bertengkar.

Kasus ini sendiri viral di media sosial pada November 2020. Polisi yang mengetahui adanya kejadian viral itu kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap LQR.

"Sekarang ini masih dilakukan pendampingan oleh P2TP2A Tangerang Selatan untuk menyembuhkan trauma psikis korban yang dideritanya akibat kejadian tersebut," tandas Angga.

(isa/mei)