Raih Penghargaan dari Forbes, Ini Kiat Sukses Bos Sido Muncul

Inkana Putri - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 20:54 WIB
Sido Muncul
Foto: Sido Muncul
Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meraih penghargaan Best Under A Billion dari majalah Forbes Asia. Penghargaan ini ditujukan bagi perusahaan besar di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki penjualan di bawah US$ 1 miliar.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan penghargaan ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi perusahaan, sekaligus menjadi motivasi ke depannya.

"Kalau bagi saya tentunya sebuah penghargaan apalagi lingkupnya Asia, termasuk 200 perusahaan di Asia yang memenuhi syarat. Tentunya bagi Sido Muncul ini sebuah kebanggaan, sekaligus juga mendorong kami lebih maju ke depan. Jadi setiap penghargaan mendorong untuk kita lebih maju," ujarnya kepada detikcom usai acara Forbes Asia's Best Under A Billion yang digelar di Singapura, Senin (23/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Irwan mengatakan kepercayaan menjadi salah satu kunci dalam penghargaan ini. Ia menjelaskan sejak awal Sido Muncul hadir, dirinya telah memulai untuk membangun kepercayaan terhadap seluruh pihak terkait.

"Kiatnya cuma satu itu, saya tahun '80 berusaha untuk membangun kepercayaan betul. Dan itu diimplementasikan kepercayaan kami terhadap supplier kami. Lalu, kami membangun kepercayaan terhadap partner kerja kami. Dan kami juga peduli lingkungan dengan baik," katanya.

Menurutnya, dari Forbes merupakan akibat dari seluruh kepercayaan yang Sido Muncul bangun. Adanya kepercayaan inilah yang akhirnya membuat konsumen percaya terhadap produk Sido Muncul.

Sido MunculSido Muncul Foto: Sido Muncul

"Kami berusaha melakukan apa saja yang bisa membangun kepercayaan itu kami lakukan. Nah, termasuk penghargaan dari Forbes. Ini akibat dari sebuah kepercayaan. Karena kalau konsumen percaya, pasti mereka beli," paparnya.

Di samping kepercayaan, Irwan menjelaskan keberuntungan juga ikut andil dalam kesuksesan Sido Muncul hingga saat ini. Bahkan, ia mengatakan 90 persen kesuksesannya berasal dari keberuntungan.

"Kalau nggak ada keberuntungan mungkin hanya sepersepuluhnya. Jadi, yang 90 persennya menurut saya keberuntungan nomor satu, pengalaman nomor dua. Kalau yang saya lakukan tidak dibarengi keberuntungan, ya kira-kira omzetnya (hanya) Rp 300 miliar, sepersepuluhnya lah," paparnya.

Irwan menambahkan faktor penerapan protokol kesehatan juga menjadi hal penting dalam keberlangsungan bisnisnya, khususnya selama pandemi. Salah satunya dengan memastikan kesehatan para karyawan tetap terjaga.

"Kami mesti melakukan protokol kesehatan, menjaga supaya karyawan kami nggak sakit. Kemudian, distribusi yang terganggu yang konvensional itu digantikan oleh online. Tapi di samping itu, pabrik kami ini automation sehingga yang kerja juga tidak terlalu bersentuhan. Kebetulan kami punya persiapan dan kebetulan bisnisnya juga bisnis yang cocok saat pandemi," pungkasnya. (ega/ega)