Yayasan: Ada 30 Murid MTs di Pinrang yang Dicabuli Guru, Korban Trauma

Hasrul Nawir - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 16:13 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Pinrang -

Dua guru honorer, MS (32) dan FD (29), serta seorang penjaga pondok, AM (55), di Pinrang, Sulawesi Selatan, mencabuli puluhan muridnya. Yayasan Pondok Pesantren DDI Patobong, Kabupaten Pinrang, mencatat ada 30 murid yang menjadi korban pencabulan.

"Berdasarkan penelusuran kami dan pengakuan korban ada 30 santri yang menjadi korban," ujar Ketua Yayasan Ponpes DDI Patobong, Arifuddin Malli, Minggu (22/11/2020).

Arifuddin berharap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turun tangan dalam kasus tersebut, khususnya membantu pemulihan psikis pelajar yang menjadi korban pencabulan.

Kepala asrama, Rusdi Suba, mengungkap kondisi para santri yang menjadi korban pencabulan terlihat trauma. Kasus tersebut membuat para korban mengasingkan diri.

"Ada yang menjadi enggan bersosialisasi dengan rekan-rekannya karena malu. Mereka banyak melamun dan mengurung diri di kamar karena trauma," ungkapnya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga orang atas kasus pencabulan sejumlah murid di Pinrang. Dua pelaku yang merupakan guru honorer mencabuli korban dengan awalnya mencari-cari kesalahan korban.

"Mereka mencari-cari kesalahan anak-anak," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/11).

Simak juga video 'Bejat! Guru Honorer di Pinrang Cabuli Banyak Santri di Pesantren':

[Gambas:Video 20detik]



Polisi mengungkap cara pelaku mencari-cari kesalahan korban. Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2