Debat Pilkada Depok: Pradi Langsung Kritik, Idris Janji Lanjut Pembangunan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 15:56 WIB
Pengambilan nomor urut Paslon Wali Kota Depok
Pasangan Pilwalkot Depok saat pengambilan nomor urut. (Foto: Dok. KPU Depok)
Jakarta -

Debat Pilkada Depok 2020 digelar untuk pertama kalinya. Pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono adu gagasan soal tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan hukum dalam era kebiasaan baru.

Debat dimulai dengan pemaparan visi-misi dari masing-masing pasangan calon. Cawalkot Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna, langsung melempar kritik soal 5 hal yang belum dibenahi di Kota Depok.

"Yang pertama adalah persoalan kesehatan, apalagi di masa pandemi ini, yang menyangkut kesehatan dan akibat-akibat secara ekonomi, kemudian juga persoalan-persoalan bansos yang tidak merata dan tepat sasaran," kata Pradi melalui siaran langsung dari kanal YouTube KPU Kota Depok, Minggu (22/11/2020).

Pradi menyebut biaya pendidikan di Kota Depok juga masih mahal. Kemudian diikuti sarana dan prasarana yang masih belum merata.

"Kedua, persoalan pendidikan. Pendidikan ini adalah menjadi krusial buat kita semua. Yang pertama adalah tingginya biaya pendidikan. Kemudian yang kedua, sarana-prasarana yang tidak merata," ungkapnya.

Pradi juga menyoroti kemacetan dan banjir yang masih menjadi polemik di Kota Depok. Pradi menyebut Depok selalu menjadi langganan banjir walaupun dilanda hujan ringan.

"Kemudian persoalan yang ketiga adalah kemacetan, banjir, dan sampah yang kemacetan ini sudah kita ketahui bersama. Kemudian persoalan sampah ini masih juga banyak sama warga yang belum terangkut banjir Depok hujan sedikit saja nampaknya sudah banjir," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2