Bikin Ujaran Kebencian Soal Ibunda Jokowi Wafat, Warga Bekasi Dibui 18 Bulan

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 15:00 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi pengadilan. (Ari Saputra/detikcom)
Bekasi -

Warga Bekasi berinisial HGR (39) dihukum 18 bulan penjara karena unggahannya di media sosial. HGR membuat status di akun Facebook yang bermuatan kebencian terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Bandung yang dilansir di website-nya, Minggu (22/11/2020). HGR aktif di akun Facebook miliknya dan sering mem-posting perkataan yang memuat ujaran kebencian.

Salah satunya saat ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, wafat pada 25 Maret 2020. HGR kemudian mem-posting di akun Facebook-nya:

'IBUNDANYA meninggal, yang jadi pertanyaan IBUNDA kandung/IBUNDA angkat #nanya'

Tiga hari sebelumnya, HGR juga mem-posting:

'Serentak razia oleh Polisi malem ini dibeberapa wilayah Jakarta terkait CORONA. Orang Cina masuk ke Indonesia tanpa dirazia...'

Polisi yang sedang melakukan patroli siber segera mengusut akun HGR. Tidak lama kemudian, HGR ditangkap tim Mabes Polri di rumahnya di Kampung Nangka, Bekasi Utara. HGR diproses secara hukum dan diadili di PN Bekasi.

Pada 31 Agustus 2020, PN Bekasi menyatakan HGR dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Oleh sebab itu, HGR dihukum 20 bulan penjara dan denda Rp 30 juta subsider 1 bulan kurungan.

Putusan tersebut di bawah tuntutan jaksa, yakni 2,5 tahun bui. Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2