Heboh Langgar Prokes

Saat Ratusan Ribu Warga Bangladesh Berkerumun di Pemakaman Ulama Kala Pandemi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 13:16 WIB
In this Saturday, April 18, 2020 photo, thousands of Bangladeshi Muslims gather to attend the funeral of a popular Islamic preacher defying a nationwide lockdown to curb the spread of the new coronavirus at the central district of Brahmanbaria, Bangladesh. Bangladesh, a nation of 160 million people, is struggling to enforce ban on large gatherings. (AP Photo/Masuk Hridoy)
Lebih dari 100 ribu orang menghadiri pemakaman ulama. (AP Photo/Masuk Hridoy)
Jakarta -

Kerumunan acara Habib Rizieq disorot lantaran melanggar protokol kesehatan Corona. Kerumunan besar juga pernah terjadi di Bangladesh ketika lebih dari 100 ribu orang menghadiri pemakaman seorang ulama terkemuka di distrik Brahmanbaria.

Seperti dilansir CNN dan Associated Press, Senin (20/4/2020), jumlah orang yang menghadiri acara pemakaman ulama yang juga pemimpin senior sebuah partai Islamis setempat itu telah dikonfirmasi oleh asisten spesial Perdana Menteri Bangladesh, Shah Ali Farhad, dan juru bicara Kepolisian Brahmanbaria, Imtiaz Ahmed. Padahal, aturan lockdown masih berlaku di negara itu.

Acara pemakaman ulama bernama Maulana Zubayer Ahmad Ansar yang digelar pada Sabtu (18/4) waktu setempat ini membuat banyak orang melanggar aturan lockdown yang melarang perkumpulan lebih dari lima orang saat menghadiri ibadah atau acara doa dalam sekali waktu.

Hal ini memicu kekhawatiran penularan massal virus Corona.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Islamis setempat, Mohammad Mamunul Haque, menyebut bahwa puluhan ribu orang yang menghadiri pemakaman itu membanjiri jalanan distrik Brahmanbaria. Mereka berjalan kaki dan berdesakan demi menghadiri pemakaman itu.

Orang-orang berkumpul di depan Madrasah Jamia Rahmania, yang menjadi lokasi pemakaman. Mufti Mubarro Ullah selaku kepala madrasah itu menyatakan awalnya pemakaman akan digelar secara sederhana demi mematuhi lockdown. Namun, pengaturan kecil itu gagal diterapkan.

"Kami ingin membuat pengaturan kecil untuk pemakaman, dengan mematuhi panduan pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kesehatan. Tapi orang-orang berkumpul untuk memberi penghormatan tanpa sepengetahuan kami. Kami tidak tahu bagaimana itu terjadi," ucapnya.

Secara terpisah, juru bicara Kepolisian Sentral Bangladesh, Sohel Rana, mengatakan pihak kepolisian tidak mampu mengendalikan kerumunan orang yang menghadiri pemakaman itu. Para personel yang bertugas mengawal massa itu akhirnya ditarik dari acara tersebut.

Lihat juga video saat 'Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ulama di Bangladesh':

[Gambas:Video 20detik]



Apa yang dilakukan otoritas Bangladesh? Silakan klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2