Pengacara Pertanyakan Saksi dari KPK: Tak Ada Buktikan Keterlibatan Nurhadi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 11:11 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali diperiksa penyidik KPK. Nurhadi menjadi tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.
Nurhadi Memakai Rompi Tahanan KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengacara mantan sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono, Maqdir Ismail, menilai saksi-saksi yang dihadirkan jaksa KPK dalam sidang tidak dapat membuktikan keterlibatan kliennya seperti yang didakwakan. Sebab, menurut Maqdir, saksi yang dihadirkan rata-rata mengaku tidak mengenal Nurhadi.

"Jaksa KPK menghadirkan saksi-saksi bernama Onggang JN, Azhar Umar, dan Genta Arief Gunadi yang dalam kesaksian mereka di hadapan majelis hakim ternyata sama sekali tidak mengenal Nurhadi dan Rezky Herbiyono. Lebih lagi, para saksi tersebut ternyata tidak mengetahui hubungan antara Pak Nurhadi dan Rezky Herbiyono dengan Hiendra Soenjoto yang didakwa sebagai penyuap," jelas Maqdir kepada wartawan, Minggu (22/11/2020).

"Menurut hemat kami, para saksi yang dihadirkan Jaksa KPK pada persidangan hari ini tidak dapat membuktikan ada peran Pak Nurhadi maupun Rezky Herbiyono dalam pengurusan perkara dari tingkat PN Jakarta Utara sampai dengan MA sebagaimana yang didakwakan Jaksa KPK," sambungnya.

Maqdir menyebut KPK tidak bisa membuktikan adanya keterlibatan Nurhadi dalam mengurus perkara PT MIT. Hal itu, kata Maqdir, diperkuat oleh keterangan saksi Onggang yang menjabat Legal Adviser di PT MIT menerangkan dalam sidang bahwa penunjukan Rahmat Santoso sebagai kuasa hukum perkara PT MIT di tingkat PK karena kualitas dan profesionalitas, bukan karena ada hubungan sebagai adik ipar dari Pak Nurhadi.

Bahkan, saksi Onggan baru mengetahui Rahmat Santoso dan Nurhadi memiliki hubungan keluarga saat kasus ini diperiksa oleh KPK.

"Seluruh perkara baik gugatan pertama (PMH) yang berkaitan dengan Hiendra Soenjoto, yakni dalam perkara PK pada tahun 2014-2015 yang diduga ada keterlibatan Pak Nurhadi itu senyatanya kalah. Demikian juga mengenai gugatan kedua (wanprestasi), juga kalah dari mulai tingkat pertama hingga kasasi yang diputus pada tahun 2017," jelas Maqdir.

Selanjutnya
Halaman
1 2