Penjelasan Pengacara Nurhadi soal Adik Ipar Disebut Pengacara Top

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 17:59 WIB
Nurhadi akhirnya berhasil ditangkap KPK. Eks Dia dibekuk setelah buron selama hampir empat bulan. Berikut sejumlah proses pencarian eks Sekretaris MA tersebut.
Mantan Sekretaris MA Nurhadi (Dok. detikcom)
Jakarta -

Pengacara eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi menjawab kesaksian Onggang JN soal adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso, disebut sebagai pengacara top. Pengacara Nurhadi menyebut kesaksian itu hanya berkaitan dengan kualitas Rahmat Santoso dan tidak ada hubungan dengan Nurhadi.

"Yang Hiendra sebut itu kaitannya dalam kualitas yang bersangkutan bukan kaitannya dengan kedekatan atau kerabat Pak Nurhadi," kata pengacara Nurhadi Muhammad Rudjito seusai persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Terlebih, Rudjito mengatakan, dalam persidangan Onggang mengaku tidak kenal Nurhadi. Menurutnya, Onggang baru tahu Nurhadi mempunyai hubungan keluarga dengan Rahmat setelah pemeriksaan di KPK.

"Bahkan saksi katakan baru dengar nama Pak nurhadi saat pemeriksaan di KPK. Sebelumnya, dia tidak tahu hubungan Rahmat Santoso dengan Pak Nurhadi dia baru tahu setelah pemeriksaan di KPK," sebutnya.

Sebelumnya dalam persidangan, kabar tentang 'pengacara top' disampaikan Onggang JN. Pengacara top yang dimaksud ialah adik ipar Nurhadi sendiri.

Onggang JN bekerja di bagian legal PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT). Perusahaan itu, yang direktur utamanya Hiendra Soenjoto, beperkara di MA.

Jaksa KPK awalnya bertanya kepada Onggang perihal pengajuan peninjauan kembali (PK) terkait penangguhan eksekusi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas gugatan PT MIT terhadap PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN). Onggang pun menyebut pengajuan PK itu diurus seorang pengacara top dari Surabaya bernama Rahmat Santoso.

"Apa ada penyampaian dari Pak Hiendra yang lebih spesifik? Soal pengacara top?" tanya jaksa, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020)

"Ya, jadi Pak Hiendra ini kan dekat dengan saya, beliau ini yang dia sukai yang dibilang profesional atau dianggap punya kualitas sehingga disampaikan top kalau memang dirasa punya kualitas," jawab Onggang.

Dalam surat dakwaan, nama Rahmat Santoso memang disebut sebagai adik ipar Nurhadi. Rahmat Santoso diberi kuasa oleh Hiendra untuk mengurus perkaranya di MA, di mana saat itu Nurhadi menjabat Sekretaris MA.

Nurhadi dalam persidangan ini duduk sebagai terdakwa bersama menantunya, Rezky Herbiyono. Keduanya didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun waktu 2012-2016.

Suap itu diberikan oleh Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT MIT agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Uang suap diberikan secara bertahap sejak 22 Mei 2015 hingga 5 Februari 2016.

Salah satu perkara yang diurus Nurhadi dan Rezky terkait PK ke MA soal penangguhan eksekusi putusan PN Jakarta Utara terkait gugatan Hiendra terhadap PT KBN. Soal perkara itu Hiendra menunjuk seorang pengacara bernama Rahmat Santoso, yang merupakan adik ipar Nurhadi. Namun, tak lama kemudian, Hiendra mencabut kuasa Rahmat dan malah meminta bantuan Rezky, padahal diketahui Rezky bukan seorang pengacara.

(ibh/dhn)