Viral Edaran RSCM Tak Wajib Baju Hazmat COVID-19, Ini Kata Dirutnya

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 19:31 WIB
Direktur RSCM Lies Dina Liastuti
Dirut RSCM Lies Dina Liastuti, foto diambil Februari 2020. (Lukman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Beberapa hari terakhir muncul surat edaran di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) terkait penggunaan baju hazmat (hazardous material) yang disebut tidak lagi diperlukan saat menangani pasien COVID-19. Pihak RSCM pun angkat bicara perihal informasi tersebut.

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti menerangkan terkait kebijakan penggunaan gaun lengan panjang dalam melakukan perawatan kepada pasien COVID-19 di RSCM. Dia memastikan gaun tersebut masih termasuk dalam alat pelindung diri (APD).

"Apa yang disebut gaun itu juga (APD) level III, bukan turun. Jadi kita tidak ada menurunkan level dari APD. Tertutup, aman, dan itu sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh WHO, BNPB, dan badan kesehatan," kata Liastuti di sela peluncuran layanan telekonsultasi Siap Dok di RSCM, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Dia menyebutkan kebijakan tersebut hanya berlaku di internal lingkup RSCM. Liastuti juga memastikan kebijakan tersebut telah mempertimbangkan faktor keselamatan dari para tenaga kesehatan di RSCM.

Selain itu, dia menampik kabar kebijakan tersebut berkaitan dengan stok APD yang telah menipis di RSCM. Menurut Liastuti, persediaan APD di rumah sakitnya masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.

"Kita juga masih punya persediaan APD yang banyak. Jadi tidak ada kaitannya dengan dikatakan RSCM tidak punya uang, tidak. APD kami untuk hazmat cukup untuk tiga sampai empat bulan ke depan," ungkapnya.

Simak juga video 'Menkes Terawan Resmikan Konsultasi Kesehatan Online':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, kata Menkes Terawan Agus Putranto:

Selanjutnya
Halaman
1 2