Begini Sejarah Pembentukan TNI yang Disebut FPI Didirikan Ulama

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 15:32 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020). Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari dimulai pada 10 April hingga 23 April 2020.  ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.
Patung Jenderal Sudirman di Jakarta (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Ketua DPP FPI Slamet Ma'arif menyebut Tentara Nasional Indonesia (TNI) didirikan oleh ulama. Bahkan Slamet menyebut Panglima TNI pertama, Jenderal Sudirman, sebagai seorang ulama. Bagaimana faktanya?

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Connie Rahakundini Bakrie dalam buku 'Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal', pembentukan TNI berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945 oleh para pendiri bangsa. Pembentukan BKR ini dirasa perlu karena waktu itu Belanda masih berniat menjajah Indonesia.

Kemudian, baru pada 3 Juni 1947 namanya diganti menjadi TNI. Sebelumnya mengalami pergantian nama dua kali, yakni dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 dan Tentara Keselamatan Rakyat (TKR) pada 1 Januari 1945. Namun nantinya kelahiran TNI diperingati setiap 5 Oktober.

Berdirinya TNI ini disahkan oleh Presiden Sukarno pada 3 Juni 1947.

Sementara itu, jabatan Panglima TNI pertama itu diamanatkan kepada Jenderal Sudirman. Jenderal Sudirman memiliki pengalaman di PETA dan turut mendirikan BKR. Dikutip dari situs Perpusnas, Jenderal Sudirman terlahir dari keluarga biasa. Namun dia kemudian diadopsi oleh seorang priyayi dan menyandang gelar raden.

Tonton video 'Fenomena Habib Rizieq, JK: Ada Kekosongan Pemimpin yang Serap Aspirasi':

[Gambas:Video 20detik]



Namun apakah Jenderal Sudirman adalah seorang ulama?

Selanjutnya
Halaman
1 2