RK soal Kerumunan HRS di Bogor: Spontanitas Warga Ingin Lihat, Lalu Pulang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 21:29 WIB
Habib Rizieq disambut massa di Simpang Gadog jelang ceramah di Megamendung, Bogor.
Habib Rizieq tiba di Megamendung (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) mengaku menerima laporan kalau kerumunan massa saat acara Habib Rizieq di Megamendung, Bogor adalah spontanitas. Maksudnya, jelas Ridwan Kamil, masyarakat hanya datang untuk melihat sosok Habib Rizieq, setelah itu mereka pulang.

"Jadi saya dilaporin setelahnya, itu didapati laporannya begitu, spontanitas. Ada yang bilang 'Pak, itu sebenarnya mayoritas penduduk. Cuma pengen lihat. Setelah lihat, lewat, balik lagi ke rumah masing-masing'," kata Ridwan Kamil di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020).

"Tapi potensi yang kena fotonya, itu peserta dari seluruh kegiatan acaranya. Jadi spontanitas itu, saya kira faktanya memang begitu," lanjutnya.

RK mengaku tidak mengetahui situasi secara langsung saat itu seperti apa. Namun, berbekal pengalaman menangani demo bersama polisi, dia meyakini tindakan humanis yang dilakukan aparat saat itu semata-mata untuk menghindari gesekan.

"Saya tidak memahami di lapangan, tapi saya memahami karena sering bersama Kapolda nangani demo omnibus law barengan, demo buruh, ada kalanya pak Gubernur harus temui. Kayak omnibus law saya datang. Kadang-kadang harus represif mobil polisi sampai hancur, yang juga dilakukan. Jadi saya tidak terlalu hafal detailnya, pilihan itu tapi memang itu kan yang diputuskan karena mungkin menghindari gesekan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, RK dimintai keterangan oleh Bareskrim Polri selama 7 jam terkait acara yang dihadiri HRS di Megamendung. RK meminta maaf atas kerumunan di Megamendung tersebut.

"Tadi selama kurang-lebih 7 jam dari jam 10-an. Sebagai warga negara yang sangat taat pada aturan hukum datang karena diminta keterangan-keterangan dalam kapasitas sebagai ketua komite penanggulangan COVID juga Gubernur Jawa Barat perihal keramaian kerumunan di Megamendung," kata dia setelah dimintai keterangan oleh penyidik.

(aud/aud)