Muktamar IX Diharapkan Jadi Momentum Kejayaan PPP

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 16:16 WIB
PPP
Foto: dok. PPP
Jakarta -

Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) hingga saat ini terus melakukan konsolidasi dan melakukan pembenahan internal dengan pembentukan struktur organisasi di tingkat wilayah. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Andi Surya Wijaya yakin Muktamar PPP yang akan digelar pada Desember 2020 mendatang bisa menjadi momentum PPP untuk meraih kejayaan berbekal banyaknya kader muda militan.

"Kita targetkan dalam waktu 1 tahun ini sudah terkonsolidasi seluruh Indonesia, sehingga ke depan kita bisa bersama-sama berjuang membesarkan PPP," jelasnya dalam keterangan tertulis Jumat (20/11/2020).

Ia mempercayai PPP masih mempunyai masa depan di kancah politik nasional. Menurutnya saat ini banyak kader muda lahir dan siap bersaing membesarkan partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Saat ini kita memiliki kekuatan kader dari kalangan muda, pemilih pemula dan milenial. Itu juga yang akan menjadi kekuatan partai ke depan," ujar Andi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Nasional Angkatan Muda Ka'bah (AMK) Ainul Yaqin berharap muktamar PPP bisa dijadikan momen reaktualisasi visi misi 5 khidmat dan 6 prinsip perjuangan partai. Menurutnya, muktamar tidak hanya mencari pemimpin atau ketua umum dan kepengurusan baru, namun di dalamnya juga banyak hal-hal yang sangat penting termasuk membenahi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan visi-misi.

"Termasuk 5 khidmat dan 6 prinsip perjuangan PPP yang saat ini mulai sedikit dilupakan oleh para kader. Kami harap ada reaktualisasi politik sebagai partai Islam yang memiliki visi dan misi yang mengakar dan kuat," jelasnya.

Ainul menuturkan muktamar merupakan momentum yang sakral dan benar-benar menjadi kawah candradimuka, sehingga bisa melahirkan keputusan-keputusan politik yang penting juga melahirkan pemimpin yang ideal untuk membawa PPP ke depan.

"Sehingga nanti lahirlah sosok pemimpin yang dipilih secara demokratis, lahirlah juga kebijakan atau aturan main yang kita sebut dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga, termasuk 5 khidmat dan 6 prinsip perjuangan. Itu yang akan benar-benar diaktualkan," harapnya.

Soal sosok pemimpin, pihaknya berharap muktamar bisa menghasilkan pemimpin yang visioner dan amanah. Menurutnya, pemimpin yang visioner haruslah paham dan mengerti tantangan menghadapi pemilu 2024 dan pemilu selanjutnya.

"Karena dalam proses politik itu adalah bagaimana kita selain merebut kekuasaan terus kita juga harus menjalankan kepengurusan dengan amanah. Sedangkan amanah dalam konsep agama Islam, artinya dia benar-benar bisa menjalankan roda dan fungsi dari partai," jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap siapa pun yang nanti terpilih dalam muktamar nanti harus didukung, dipatuhi dan ditaati sekaligus bersama-sama dengan pimpinan baru itu bekerja keras membesarkan PPP.

"Jadi sudah waktunya kita hilangkan pertikaian, sudah waktunya kita jauhkan pertengkaran-pertengkaran ataupun hal-hal yang tidak berguna untuk bersatu dan membesarkan partai bersama-sama," ucapnya.

Adapun menghadapi Muktamar, AMK akan menjalankan dan mengamankan sekaligus memastikan muktamar berjalan dengan baik, tertib dan aman sehingga momen tersebut menjadi pertemuan yang harmonis, damai dan penuh silaturahim.

"Pertemuan yang mencerdaskan dan menghasilkan langkah-langkah strategis yang dilahirkan melalui pemikiran yang sehat. Kita berharap semuanya bisa berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan," pungkasnya.

(prf/ega)