Round-Up

Tafsiran Soal Panglima TNI Unjuk Kekuatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 07:02 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek pasukan Marinir. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Foto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengecek pasukan Marinir. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Tengah malam pada Sabtu (14/11) lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi tiba-tiba mengeluarkan pernyataan mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan. Tidak seperti biasanya, konferensi pers digelar di kantor Panglima TNI di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Di hari-hari biasa, kebanyakan acara diselenggarakan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

"Saya ingin menyampaikan kembali, pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional," ujar Hadi saat mengeluarkan pernyataan jelang Minggu (15/11) dini hari itu.

Bila biasanya Panglima TNI selalu ditemani para kepala staf angkatan, pembuatan statement Panglima TNI ditemani oleh Panglima Komando Utama (Pangkotama) pasukan khusus. Komandan pasukan khusus setiap matra ada di belakang Marsekal Hadi pada momen itu.

Panglima TNI didampingi oleh Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono, Komandan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon, Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Komandan Korps Paskhas (Dankorpaskhas) Marsda TNI Eris Widodo Y.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menekankan persatuan dan kesatauan bangsa. Ia mengingatkan jangan sampai masyarakat dipecah belah dengan provokasi.

"Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas," tegas Marsekal Hadi.

Selain itu, Hadi juga mengingatkan prajurit TNI agar selalu profesional. Kepada prajurit, Panglima TNI memerintahkan untuk selalu mengutamakan pertahanan negara.

"Seluruh prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara, untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," tegas Panglima TNI.

Untuk itu, Hadi mengatakan tidak boleh ada musuh yang dibiarkan. Terlebih musuh tersebut dianggap berupaya melakukan ancaman terhadap bangsa Indonesia.

"Tidak satupun, tidak satupun musuh yang dibiarkan, apalagi melakukan upaya-upaya berupa ancaman dan gangguan, terhadap cita-cita luhur bangsa dan negara Indonesia," ucap Hadi.

Panglima TNI safari ke markas pasukan khusus mengecek kesiapan prajurit special forces di 3 matra. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4